Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengunjungi Israel, Kamis (14/7). Biden menyatakan akan menyerang Iran jika negara itu enggan menghentikan pengembangan senjata nuklir.
"Jika itu (menghentikan nuklir Iran dengan perang) pilihan terakhir, ya harus dipilih," ungkapnya.
Koordinator Dewan Keamanan Nasional John Kirby menambahkan AS masih bernegosiasi dengan Iran. Sejauh ini terdapat poin-poin kesepakatan yang belum diterima Iran.
Baca juga: Iran Pastikan Perjalanan Biden tidak Jamin Keamanan bagi Israel
"Namun, saya ingin menambahkan, kami terus ingin melihat kesepakatan nuklir yang menghilangkan ambisi nuklir Iran, setidaknya ambisi senjata nuklir, dari meja," katanya.
Ia mengatakan Iran seharusnya menerima kesepakatan tersebut supaya terbebas dari isolasi dunia internasional. "Tanggung jawab ada di Iran untuk menerimanya."
Poin kesepakatan yang disinyalir masih belum diterima Iran mengenai pelabelan teroris terhadap Korps Garda Revolusi Iran oleh AS. Biden secara pribadi bersikeras mempertahankan status tersebut.
Usai mendarat di Bandara Ben Gurion, Biden disambut Perdana Menteri Yair Lapid dan Presiden Israel Isaac Herzog. Ketiganya memilih saling menempelkan kepalan daripada bersalaman dengan alasan mencegah penularan covid-19.
Biden menegaskan keinginan AS untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran, yang terhenti sejak 2014, untuk pendirian negara Palestina di wilayah yang diduduki Israel. Ia menyebut solusi dua negara sebagai harapan terbaik bagi kedua bangsa.
Kunjungan pertama Biden ke Israel sebagai presiden adalah yang kesepuluh kali selama karier politiknya yang panjang. Pertama kali dia mengunjungi Israel pada 1973 sebagai senator.
Biden akan menghabiskan dua hari di Jerusalem dan dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Israel sebelum bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Jumat (15/7), di wilayah pendudukan Tepi Barat. (AFP/OL-1)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved