Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERLUAS aksi bersama untuk melawan Iran akan menjadi agenda utama selama kunjungan mendatang Presiden AS Joe Biden ke Israel. Perdana Menteri Yair Lapid mengatakan itu pada Minggu (10/7). Ia mendesak tanggapan tegas terhadap ambisi nuklir Teheran.
Berbicara pada rapat keduanya di kabinet sejak menjabat pada 1 Juli, Lapid menyebut Biden--yang dijadwalkan berada di Jerusalem pada Rabu (13/7)-- sebagai salah satu teman terdekat yang pernah dimiliki Israel dalam politik Amerika. Kunjungan itu, "Akan fokus pertama dan terutama pada masalah Iran," kata Lapid yang menjabat sebagai perdana menteri dan menteri luar negeri pemerintah sementara Israel sampai pemilihan dijadwalkan 1 November.
Menurut laporan Badan Energi Atom Internasional yang muncul selama akhir pekan, Iran telah memberi tahu pengawas itu yang berbasis di Wina tentang peningkatan kapasitas pengayaan uraniumnya. "Kemarin terungkap bahwa Iran memperkaya uranium dalam sentrifugal canggih yang sepenuhnya bertentangan dengan perjanjian yang telah ditandatanganinya," kata Lapid, Minggu.
Baca juga: Iran Kecam Rencana Pertahanan Udara AS, Israel, Sekutu Arab
"Tanggapan internasional perlu tegas yaitu kembali ke Dewan Keamanan PBB dan mengaktifkan mekanisme sanksi dengan kekuatan penuh," tambahnya. Israel menentang pemulihan perjanjian 2015 antara Iran dan kekuatan dunia yang menawarkan pencabutan sanksi kepada Teheran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
AS keluar dari kesepakatan pada 2018 di bawah presiden saat itu Donald Trump yang melanjutkan untuk menerapkan kembali sanksi menggigit terhadap Teheran. Banyak orang di Israel mendukung perkembangan itu yang mendorong Iran untuk menjauh dari banyak komitmen nuklir yang dibuatnya berdasarkan perjanjian itu.
Negosiasi yang berusaha memulihkan kesepakatan itu, termasuk pembicaraan tidak langsung dengan AS, dimulai di Wina pada April tahun lalu, tetapi menemui jalan buntu sejak Maret. Di luar program nuklir Iran, Israel telah membunyikan alarm yang berkembang tentang dukungan Teheran untuk kelompok Hizbullah Libanon yang bulan ini mengirim pesawat tak berawak ke anjungan minyak Mediterania Israel yang diklaim Beirut berada di perairan yang disengketakan.
Baca juga: Gereja Presbiterian Tetapkan Perlakuan Israel terhadap Palestina sebagai Apartheid
Negara Yahudi itu juga menuduh agen-agen Iran merencanakan untuk menculik atau membunuh orang Israel di Istanbul. "Israel tidak akan tinggal diam ketika Iran mencoba menyerang kami," kata Lapid. "Kami akan berdiskusi dengan presiden dan timnya untuk memperluas kerja sama keamanan terhadap semua ancaman."
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby pada Kamis mengatakan kolaborasi yang lebih besar pada isu-isu seperti pertahanan udara, terutama yang berkaitan dengan melawan Teheran, akan menjadi agenda Biden selama perjalanan ke Timur Tengah. Tur Biden juga termasuk singgah di Arab Saudi, saingan regional utama Iran. (AFP/OL-14)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved