Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL telah lama berperang dengan gerilyawan Palestina. Akan tetapi serangan mematikan baru-baru ini yang diklaim atau diilhami oleh kelompok ISIS menimbulkan kekhawatiran terhadap ancaman keamanan baru.
Negara Yahudi itu telah memerangi Hamas dan Jihad Islam di Gaza. Namun kekerasan baru-baru ini dikaitkan dengan ISIS, yang telah meradikalisasi pengikutnya secara online dan mengilhami serangan tunggal di banyak negara.
Relatif sedikit warga Palestina dan Arab Israel yang bergabung dengan ISIS sebelum kekalahan teritorial terakhir mereka di Suriah pada 2019. Sebagian besar memilih untuk tinggal di rumah dan berjuang untuk kemerdekan Palestina.
Sejak runtuhnya kekuasaan ISIS yang dideklarasikan sendiri, kelompok itu telah melemah setelah mendapat pukulan lain ketika pasukan khusus AS pada Februari membunuh pemimpinnya saat itu Abu Ibrahim al-Qurashi. Jadi, sangat mengejutkan bahwa wali kota Umm el-Fahm, kota Arab di Israel utara, mengetahui bahwa serangan yang diklaim ISIS pada Minggu telah dilakukan oleh dua penduduknya.
Orang-orang itu, yang diidentifikasi oleh intelijen Israel sebagai operator ISIS, membunuh dua petugas polisi di Hadera, 25 kilometer (15 mil) jauhnya. "Umm el-Fahm tentu saja kota yang religius, tetapi saya terkejut mengetahui bahwa ISIS hadir," kata wali kota, Samir Mahamid, kepada AFP.
Dia mengakui bahwa kotanya, seperti banyak kota di Israel dan Tepi Barat yang diduduki, dibanjiri senjata, sebagian karena kejahatan terorganisasi, dan memperingatkan bahwa besok senjata ini akan diarahkan ke tempat lain.
Baca juga: Pasukan Israel Serbu Jenin, Tiga Warga Palestina Tewas
Ketika polisi menggerebek apartemen salah satu pria, mereka menemukan materi ISIS. Seorang sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa salah satu penyerang telah ditangkap pada 2015, ketika berencana untuk melakukan perjalanan ke Suriah.
Penembakan Hadera didahului oleh serangan di Israel selatan yang membuat empat orang tewas dalam penusukan dan amukan mobil oleh seorang Arab Israel. Pelaku sebelumnya dipenjara karena mencoba bergabung dengan ISIS di Suriah.
Pada Selasa, serangan ketiga mengguncang Israel, ketika seorang pria Palestina membunuh lima orang, termasuk seorang polisi, dengan senapan serbu di Bnei Brak, pinggiran ultraortodoks Tel Aviv. Meskipun serangan itu tidak diklaim oleh kelompok mana pun, pilihan sasaran sipil yang tampaknya acak mengingatkan serangan ISIS di masa lalu lebih banyak daripada yang dilakukan oleh faksi-faksi bersenjata Palestina yang lebih sering menyerang pasukan keamanan Israel.
Pembunuhan besar-besaran itu memicu operasi tentara Israel di Tepi Barat dan kekerasan yang lebih mematikan, menjelang awal Ramadan akhir pekan ini yang sering kali merupakan saat ketegangan meningkat. Israel telah mengumumkan siaga keamanan tertinggi sejak bulan suci umat Islam tahun lalu yang memulai perang pengeboman selama 11 hari antara Hamas dan Israel.
Baca juga: Warga Israel Terkejut dan Ketakutan setelah Serangan di Pusat Kota
Para ahli mengatakan bahwa, meski serangan baru-baru ini bukan bukti peningkatan ancaman ISIS, mereka berisiko menginspirasi orang lain. "Ada elemen peniru," kata Hugh Lovatt, rekan kebijakan senior di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri. "Karena ada peningkatan jumlah serangan, ada peningkatan jumlah warga Palestina yang bersedia untuk meningkatkan dan melampiaskan kemarahan dan frustrasi mereka."
Damien Ferre, pendiri perusahaan Jihad Analytics, memperingatkan bahwa ISIS masih memiliki kemampuan untuk menyerang Israel meskipun ada mitos bahwa itu terlalu sulit. Meskipun kelompok itu sekarang hanya mengoperasikan sel-sel di Suriah dan Irak, "Mereka mempertahankan kemampuan untuk merencanakan atau mengilhami serangan," kata Ferre, yang perusahaannya mempelajari jihad dan dunia maya.
"Israel tetap di radar bahkan jika itu bukan target prioritas dan ini kisah sukses kecil untuk khalifah baru," katanya mengacu pada pemimpin baru ISIS Abu Hasan al-Hashemi al-Qurashi.
Yoram Schweitzer, dari Institut Internasional Untuk Kontra-Terorisme, memperkirakan bahwa ada beberapa lusin pendukung ISIS di Israel. "Saya tidak akan menganggap sel ini berarti ada organisasi ISIS di Israel," katanya.
"Itu keputusan operasi lokal," tambah Schweitzer. Ia menggemakan penilaian umum bahwa operasi ISIS cenderung bertindak sendiri, sehingga lebih sulit untuk mengantisipasi dan mencegah serangan.
Baca juga: Sekjen PBB dan Menlu AS Kutuk Serangan Teroris di Israel
Hamas dalam beberapa tahun terakhir memerangi elemen-elemen ISIS yang berusaha membangun pijakan di Gaza, tetapi Hamas menyambut baik serangan-serangan baru-baru ini. Ia memuji penembakan Selasa sebagai operasi heroik.
Seorang sumber keamanan Israel, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa Hamas tidak menginginkan perang sekarang, tetapi ingin menjaga konflik dengan Israel tetap hidup. (AFP/OL-14)
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
Serangan drone Israel di Beit Lahia, Gaza Utara, menewaskan lima warga sipil termasuk tiga anak-anak di dekat Masjid Al-Qassam. Simak selengkapnya.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan lebih dari 23.000 warga Palestina ditangkap pasukan Israel sejak Oktober 2023, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengungkap praktik penyiksaan, pelecehan seksual, dan degradasi moral terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved