Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN menolak laporan surat kabar Amerika Serikat tentang pembunuhan orang kedua di komando Al-Qaeda di Teheran oleh agen-agen Israel. Negara tersebut menyatakan berita itu sebagai informasi yang dibuat-buat dan membantah keberadaan anggota kelompok jihadis Sunni di republik Islam.
The New York Times mengatakan Abdullah Ahmad Abdullah ditembak dan dibunuh di Teheran oleh operator Israel dengan sepeda motor atas perintah Washington. Ia didakwa di Amerika Serikat atas pemboman pada 1998 di kedutaan besarnya di Tanzania dan Kenya.
Pemimpin senior Al-Qaeda itu biasa dipanggil Abu Muhammad al-Masri tewas bersama putrinya, Miriam, janda putra Osama bin Laden, Hamza. Times melaporkan demikian pada Jumat (13/11) dengan mengutip sumber-sumber intelijen. Serangan itu terjadi pada 7 Agustus pada peringatan pemboman Afrika, menurut surat kabar itu.
"Musuh Iran, Amerika Serikat dan Israel, mencoba mengalihkan tanggung jawab atas tindakan kriminal (Al-Qaeda) dan kelompok teroris lain di kawasan dan menghubungkan Iran dengan kelompok-kelompok tersebut dengan kebohongan dan membocorkan informasi yang dibuat-buat ke media," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Sabtu (14/11).
Khatibzadeh menuduh AS sendiri dan sekutunya di kawasan yang telah menciptakan Al-Qaeda melalui kebijakan ngawur mereka. Ia menyarankan media AS untuk tidak jatuh ke dalam perangkap skenario Hollywood yang dibuat oleh para pejabat Amerika dan Zionis.
Pejabat intelijen Amerika mengatakan kepada Times bahwa Abdullah telah berada di tahanan Iran sejak 2003. Tapi, dia telah hidup bebas di distrik Pasdaran di Teheran, pinggiran kota kelas atas, setidaknya sejak 2015.
"Pada 7 Agustus, dia sedang mengendarai sedan Renault L90 putih bersama putrinya di dekat rumahnya ketika dua pria bersenjata dengan sepeda motor menembak mereka lima kali dengan pistol yang dilengkapi peredam suara," katanya.
Kantor berita Iran Irna dan kantor berita Mehr pada saat itu melaporkan kejadian serupa dan mengidentifikasi para korban sebagai Habib Dawoud, seorang guru sejarah Libanon, 58, dan putrinya Maryam, 27, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Mereka mengatakan orang dengan sepeda motor itu menembak dari trotoar dan melarikan diri dari tempat kejadian. Penyelidikan polisi sedang berlangsung. Sejak itu tidak ada pembaruan.
Otoritas federal AS telah menawarkan hadiah US$10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Abdullah. Ialah perencana operasional yang paling berpengalaman dan mampu tidak berada di AS atau tahanan sekutu. Ini menurut dokumen yang sangat rahasia, lanjut Times, dari Pusat Kontra Terorisme Nasional AS pada 2008.
Pengeboman kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania pada 1998 menyebabkan 224 orang tewas dan lebih dari 5.000 terluka. Abdullah didakwa oleh dewan juri federal AS akhir tahun itu atas perannya.
Washington menuduh syiah Iran menyembunyikan anggota Al-Qaeda dan mengizinkan mereka melewati wilayahnya pada 2016. Tuduhan ini dibantah oleh pejabat Teheran pada saat itu.
Teheran, yang telah menjadi sasaran beberapa serangan oleh ekstrimis Sunni, menganggap Al-Qaeda sebagai kelompok teroris dan telah mengambil bagian dalam perang melawannya, terutama di Suriah dan Irak.
"Meskipun Amerika tidak menghindar dari membuat tuduhan palsu terhadap Iran di masa lalu, pendekatan ini telah menjadi rutinitas dalam pemerintahan AS saat ini," kata Khatibzadeh.
Dia menuduh pemerintahan Presiden Donald Trump mengejar agenda Iranophobia sebagai bagian dari perang ekonomi, intelijen, dan psikologis habis-habisan melawan Teheran. "Media seharusnya tidak menjadi pengeras suara untuk publikasi kebohongan Gedung Putih yang bertujuan melawan Iran," katanya.
Sejak secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir penting antara Iran dan negara-negara besar pada 2018, pemerintahan Trump telah memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran sebagai bagian dari kebijakan tekanan maksimum terhadap pemerintahnya. (AFP/OL-14)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved