Tiongkok telah Vaksinasi Covid-19 Sejak Juli

Haufan Hasyim Salengke
24/8/2020 15:07
Tiongkok telah Vaksinasi Covid-19 Sejak Juli
Ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH Tiongkok ternyata telah memberikan kandidat vaksin virus covid-19 pada kelompok pekerja kunci terpilih sejak Juli, menurut pengakuan seorang pejabat senior kesehatan.

Zheng Zhongei, kepala pusat sains dan teknologi Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, mengatakan kepada media pemerintah CCTV, Minggu (23/8), pemerintah telah mengizinkan 'penggunaan darurat' vaksin Sars-Cov-2 untuk pekerja termasuk petugas kesehatan dan petugas perbatasan.

Tiongkok telah tujuh hari tanpa melaporkan kasus yang ditularkan secara lokal, dan pekerja perbatasan dianggap dalam kategori berisiko tinggi, kata Zheng, yang memimpin gugus tugas pengembangan vaksinasi.

Ini tampaknya menjadi konfirmasi pertama penggunaan vaksin oleh Tiongkok di luar uji klinis.

Tidak ada perincian tentang kandidat vaksin mana yang digunakan atau berapa banyak orang yang menerimanya. Tapi Zheng mengatakan vaksin tersebut telah diberikan sesuai dengan hukum, di bawah kekuasaan yang memungkinkan penggunaan terbatas vaksin yang tidak disetujui selama masalah kesehatan masyarakat yang serius.

"Kami telah menyusun serangkaian paket rencana, termasuk formulir persetujuan medis, rencana pemantauan efek samping, rencana penyelamatan, rencana kompensasi, untuk memastikan penggunaan darurat diatur dan dipantau dengan baik," kata Zheng, menambahkan mereka berencana untuk meningkatkan pengujian ke kelompok lain sebelum musim gugur dan musim dingin.

Baca juga : AS Izinkan Pengobatan Plasma untuk Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melacak lebih dari 170 kandidat vaksin di seluruh dunia, dan Tiongkok memproduksi beberapa dari vaksin-vaksin itu dalam pengujian fase tiga, ketika vaksin diberikan kepada ribuan orang untuk memastikan keamanan dan keefektifannya.

Pada Juni, pemerintah Tiongkok meminta sukarelawan di antara karyawan perusahaan milik negara yang sering bepergian ke luar negeri, untuk terlibat pengujian dalam dua vaksin.

China National Biotec Group (CNBG) milik negara telah disetujui untuk memulai pengujian vaksin pada manusia di Uni Emirat Arab, Bahrain, Peru, Maroko, dan Argentina. Perusahaan tersebut juga mengatakan sekitar 20.000 orang ikut serta dalam uji coba di luar negeri. SinoVac dan CanSino Biologics juga melakukan uji coba di luar negeri di Rusia, Indonesia, dan Brasil.

Minggu lalu satu pesawat pekerja tambang Tiongkok ditolak masuk ke Papua Nugini, karena kekhawatiran pemerintah tentang uji coba vaksinasi.

Penolakan Papua Nugini terjadi setelah operator tambang Tiongkok mengatakan karyawannya diberi vaksin virus korona dalam kemungkinan uji coba yang tidak sah, kata pihak berwenang.

Pemilik tambang, Ramu NiCo, yang dijalankan oleh Matallurgical Corporation of China milik negara Tiongkok, dilaporkan telah mengeluarkan pernyataan resmi kepada PNG yang menyatakan 48 stafnya telah diberi vaksin Sars-Cov-2 pada awal Agustus.

Namun mereka ditolak masuk ke negara itu karena kurangnya informasi tentang uji coba ini dan kemungkinan risiko ancaman bagi masyarakat setempat.

Dalam wawancaranya, Zheng juga menyampaikan pengumuman perusahaan induk CNBG, Sinopharm, bahwa vaksin dua dosisnya akan menelan biaya sekitar US$145--jauh melebihi harga vaksin lain yang diumumkan sejauh ini.

“Presiden Xi mengatakan vaksin covid-19 adalah produk kesehatan masyarakat. Salah satu prinsip produk kesehatan masyarakat adalah harganya tidak berdasarkan pertalian penawaran dan permintaan, tetapi pada biaya ditambah tingkat keuntungan yang wajar,” kata Zheng, menurut laporan South China Morning Post.

"Saya dapat memberi tahu Anda harganya pasti akan lebih rendah dari apa yang dikatakan ketua (Sinopharm) Liu," tandasnya. (The Guardian/OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya