Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JANGKAUAN rudal Iran bisa mencapai wilayah sekitar Teluk. Dengan daya jangkau, rudal milik militer akan menjadi ancaman bagi negara lain yang berseteru dengan Iran.
Namun Amerika Serikat (AS) yang memiliki negara sekutu di Timur Tengah mengaku tidak khawatir dengan kemampuan daya jangkau rudal milik Iran. Pasalnya angkatan bersenjata AS juga memiliki sistem pertahanan anti-rudal yang canggih dan mampu mematahkan serangan rudal Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan seorang jenderal purnawirawan AS yang juga mantan asisten Menteri Luar Negeri AS, Mark Kimmit, saat wawancara dengan media Al Arabiya, Selasa (7/7).
"Kami telah mengetahui selama beberapa waktu bahwa Iran memiliki satu perangkat rudal yang sangat mampu yang dapat menjangkau sekitar Teluk. Mereka adalah ancaman berbahaya. Kami terus memantau mereka,” kata Kimmit.
“Kami percaya bahwa kami memiliki anti-rudal pertahanan di tempat. Tapi seperti yang kita lihat dari serangan drone tahun lalu, pertahanannya bagus, tapi itu tidak cukup, ” ucap Kimmit.
Pada Minggu (5/7), Iran mengklaim pihaknya telah membangun ‘kota-kota rudal’ bawah tanah di sepanjang garis pantai Teluk. Kekuatan rudal Iran tersebut telah menjadi peringatan dan akan menjadi ‘mimpi buruk’ bagi negara-negara ‘musuh-musuh’ Iran.
Kimmitt juga mengatakan bahwa Iran berusaha untuk ‘mengintimidasi’ sekutu AS di Teluk. "Saya pikir apa yang mereka coba lakukan adalah mengintimidasi Amerika Serikat dan mengintimidasi sekutu kita di Teluk," ucapnya.
Dia menambahkan: “Jadi kami mendengarkannya dengan cermat. Kami tidak tertipu tentang tujuan jangka panjang Republik Iran. Tetapi kami tidak percaya bahwa ini adalah sinyal baru bahwa militer Iran lebih bersedia menggunakan militer mereka minggu ini daripada sebulan lalu. ”
Embargo senjata dan sanksi terhadap Iran
AS telah berusaha untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran sebelum berakhir pada Oktober 2020.
Arab Saudi juga akan mendesak masyarakat internasional untuk memperpanjangnya juga terutama setelah laporan PBB baru-baru ini yang mengkonfirmasi bahwa rudal jelajah digunakan dalam beberapa serangan terhadap fasilitas minyak dan bandara internasional di Arab Saudi tahun lalu berasal dari Iran. (AFP/Alarabiya/OL-09)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved