Kemenhaj: 122 Kloter Haji 2026 Telah Berangkat, 44 Ribu Jemaah Tiba di Madinah

Ficky Ramadhan
29/4/2026 17:09
Kemenhaj: 122 Kloter Haji 2026 Telah Berangkat, 44 Ribu Jemaah Tiba di Madinah
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf (kanan)(MI/Despian Nurhidayat)

PENYELENGGARAAN ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari kesembilan dengan proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah yang berlangsung tertib serta terkendali. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh tahapan layanan berjalan sesuai rencana di berbagai titik keberangkatan maupun kedatangan.

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi menyampaikan bahwa secara umum operasional haji tahun ini menunjukkan kinerja yang positif. Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Di sisi lain, sebanyak 113 kloter dengan total 44.315 jemaah telah tiba di Madinah. Setibanya di sana, para jemaah langsung diarahkan menuju hotel yang telah disiapkan, dengan pendampingan intensif dari petugas sejak di bandara hingga ke tempat akomodasi.

"Secara umum, penyelenggaraan berjalan lancar dan terkendali. Seluruh jemaah mendapatkan layanan sejak keberangkatan hingga tiba di Madinah dengan pendampingan petugas yang siaga," kata Hasan dalam keterangannya, Rabu (29/4).

Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap aturan penerbangan, khususnya terkait barang bawaan. Hal ini dinilai krusial demi menjamin keselamatan selama perjalanan.

"Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan penerbangan dan perlindungan seluruh jemaah. Kepatuhan menjadi kunci agar perjalanan ibadah berjalan aman dan nyaman," tegasnya.

Terkait kendala teknis yang sempat terjadi, pemerintah memastikan seluruh jemaah yang terdampak telah diberangkatkan. Kloter SUB-16 diketahui berangkat pada 28 April 2026 pukul 24.00 WIB dan tiba di Madinah pukul 04.22 WAS. Sementara itu, kloter BTH-05 telah lebih dulu diberangkatkan pada 27 April 2026 pukul 15.08 WIB.

Selain itu, Kemenhaj turut menangani insiden kecelakaan bus di Madinah yang melibatkan jemaah dari kloter SUB-02 dan JKS-01 pada 28 April 2026 pukul 10.30 WAS. Dalam peristiwa tersebut, 10 orang mengalami luka ringan, terdiri dari tujuh jemaah JKS-01, dua jemaah SUB-02, serta satu pengurus KBIHU. Saat ini, satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini, 60, masih menjalani perawatan di RS Al Hayyat Madinah.

Pemerintah memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis serta pendampingan dari petugas di lapangan. Lebih lanjut, Kemenhaj menegaskan komitmennya dalam menjaga ketertiban layanan, termasuk terhadap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Seluruh penyelenggara diminta untuk mematuhi aturan serta berkoordinasi aktif dengan petugas resmi.

"Kami tegaskan, tidak boleh ada penawaran di luar kepentingan ibadah, tidak boleh ada pungutan tambahan, dan seluruh aktivitas harus terkoordinasi dengan petugas resmi. Jika dilanggar, kami tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin," ujarnya.

Sebagai bagian dari layanan ibadah, pemerintah juga telah memfasilitasi kegiatan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Madinah, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud.

Hasan mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, membawa barang secukupnya, serta selalu mengikuti arahan petugas. Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang inklusif dan ramah, terutama bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan, guna memastikan ibadah berjalan dengan aman dan khusyuk. (Fik/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya