PPIH Imbau Jemaah Haji 2026 Atur Ritme Ibadah di Masjidil Haram Hindari Heat Stroke

Media Indonesia
28/4/2026 17:51
PPIH Imbau Jemaah Haji 2026 Atur Ritme Ibadah di Masjidil Haram Hindari Heat Stroke
Petugas membersihkan halaman hotel yang akan ditempati jamaah calon haji Indonesia di Kawasan Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (25/4/2026). Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan sebanyak 177 hotel di Makkah untuk jamaah calon haji reguler Indonesia pada(ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/nym)

PETUGAS Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan imbauan tegas bagi jemaah haji 2026 Indonesia agar lebih bijak dalam mengatur ritme ibadah selama berada di Masjidil Haram. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko gangguan kesehatan serius akibat cuaca ekstrem di Kota Mekah.

Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) Daerah Kerja Makkah, Ridwan Siswanto, mengungkapkan adanya fenomena "euforia ibadah" di mana jamaah cenderung mengabaikan waktu istirahat demi mengejar keutamaan beribadah di Masjidil Haram.

"Banyak calon haji merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya terus beribadah, digeber, bahkan ada yang sampai semalaman hingga waktu tahajud," ujar Ridwan di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026).

Risiko Dehidrasi dan Heat Stroke

Ridwan menekankan bahwa kelelahan fisik yang ekstrem dapat membuat jemaah haji tumbang sebelum puncak ibadah haji dimulai. Salah satu temuan mengkhawatirkan di lapangan ialah adanya jemaah yang sengaja mengurangi konsumsi air minum.

Alasannya, jemaah haji khawatir sering buang air kecil yang mengharuskan mereka kembali berwudhu, mengingat jarak tempat wudhu yang cukup jauh dari area utama Masjidil Haram. Padahal, kombinasi cuaca panas, kurang tidur, dan dehidrasi merupakan pemicu utama heat stroke.

Tips Hidrasi PPIH: Gunakan metode minum berkala, yakni dua teguk air setiap lima menit untuk menjaga kecukupan cairan tubuh tanpa membebani kandung kemih secara mendadak.

Update Keberangkatan: Jamaah Tangerang Tertunda

Sementara itu, dari tanah air dilaporkan satu jemaah haji 2026 asal Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Banten terpaksa menunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena faktor kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengonfirmasi bahwa penundaan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan di Embarkasi Cipondoh pada Sabtu (25/4) lalu.

"Nanti ketika memang sudah dinyatakan sehat, calon haji tersebut bisa berangkat. Jadi sementara ditunda keberangkatannya," jelas Hasyim.

Hingga saat ini, Kabupaten Tangerang telah memberangkatkan 764 jemaah haji 2026 yang terbagi dalam dua kloter menuju Madinah. Secara keseluruhan, total kuota jamaah dari Kabupaten Tangerang tahun ini mencapai 2.090 orang dari total 2.228 jamaah yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). PPIH terus mengingatkan jamaah untuk memprioritaskan stamina fisik agar tetap prima hingga seluruh rangkaian rukun dan wajib haji selesai dilaksanakan. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya