KKHI Terjunkan Tim Visitasi Permudah Jemaah Haji 2026 yang Dirujuk ke RS Arab Saudi

Akmal Fauzi
28/4/2026 20:10
KKHI Terjunkan Tim Visitasi Permudah Jemaah Haji 2026 yang Dirujuk ke RS Arab Saudi
Petugas mengecek stok obat di Kantor Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Selasa (28/4)(Dok.MCH 2026/Akmal)

JEMAAH haji Indonesia diimbau untuk tidak merasa khawatir jika harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)  telah menerjunkan tim visitasi khusus yang akan mendampingi jemaah selama menjalani proses rawat inap di sana.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, menjelaskan bahwa tim tersebut rutin mengunjungi jemaah haji Indonesia setiap hari guna memastikan kebutuhan mereka terpenuhi selama dirawat di RSAS.

“Visitasi itu artinya kita fasilitasi terkait dengan komunikasi, konsumsi. Biasanya makanannya (di RSAS) kan roti dan lain-lain, ada yang tidak suka itu kita fasilitasi juga,” kata Edi di Kantor Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Selasa (28/4).

Selain urusan logistik, tim visitasi juga membantu aspek psikologis jemaah haji 2026 dengan menyambungkan komunikasi ke keluarga di Tanah Air melalui layanan video call.

“Jadi tidak usah khawatir jemaah haji yang memang kondisinya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Tetap-tetap kita akan lakukan pendampingan,” tegas Edi.

Ia menjelaskan bahwa mengenai tindakan medis sepenuhnya menjadi wewenang pihak RSAS, namun KKHI terus menjalin koordinasi intensif. 

"Terkait penanganan medis itu diserahkan kepada rumah sakit yang bersangkutan di RSAS. Kita hanya bisa melakukan konsultasi. Ini pasiennya kapan boleh pulang? Kalau sudah boleh pulang nanti kami akan menjemput kemudian kami pulangkan," tambahnya.

Tahun ini, KKHI juga menghadirkan sistem layanan dengan konsep Urgent Care Center (UCC) yang beroperasi selama 24 jam tanpa fasilitas rawat inap. Sebanyak 122 personel dikerahkan untuk mendukung layanan ini, dengan rincian 54 orang di KKHI Mekah dan 68 lainnya tersebar di 10 sektor.

Guna memperkuat aspek legalitas layanan sesuai regulasi Pemerintah Arab Saudi, KKHI menggandeng pihak ketiga, yakni Saudi German Hospital. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh operasional klinik berjalan sesuai aturan setempat. Berdasarkan ketentuan internasional, setiap 5.000 jemaah haji idealnya dilayani oleh satu klinik. Mengacu pada jumlah jemaah Indonesia yang masif, KKHI telah menyiapkan sekitar 47 pos kesehatan yang tersebar mulai dari Mekah, Madinah, wilayah sektor, hingga kawasan Armuzna. (H-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya