Sempat Terkendala Pesawat, Jemaah Haji 2026 Asal Riau Kloter 5 Akhirnya Berangkat

Rudi Kurniawansyah
29/4/2026 17:15
Sempat Terkendala Pesawat, Jemaah Haji 2026 Asal Riau Kloter 5 Akhirnya Berangkat
Jemaah haji asal Riau kloter 5 di Embarkasi Batam akhirnya berangkat ke Tanah Suci, Selasa (28/4)(Rudi Kurniawansyah/MI.)

RATUSAN jemaah haji 2026 asal Kabupaten Kampar, Riau, yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam (BTH 5) akhirnya bertolak ke Tanah Suci pukul 15.26 WIB, Selasa (28/4). Keberangkatan jamaah haji tersebut lebih lambat sehari dari jadwal semula akibat kendala teknis pesawat.

Seharusnya para jemaah haji 2026 dan petugas itu sudah berangkat sejak Senin (27/4) pagi. Namun, pesawat yang akan mengangkut mereka dinyatakan bermasalah secara teknis sehingga keberangkatan terpaksa dibatalkan. 

Seluruh jemaah haji asal Riau itu kemudian dipulangkan sementara ke hotel di Batam untuk beristirahat dan menginap semalam. Setelah pesawat diperbaiki dan dinyatakan laik terbang, keberangkatan pun kembali dijadwalkan.

"Alhamdulillah, kemarin sore jemaah Kloter BTH 5 sudah diberangkatkan sekitar pukul 15.26 WIB tadi. Semua berjalan lancar," ujar Kepala Kanwil Kementerian Haji Provinsi Riau, Defizon, Rabu (29/4).

Dari total 438 orang dalam kloter ini, rinciannya terdiri atas 431 jemaah haji 2026, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), 1 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter.

Namun, tidak semua bisa ikut berangkat. Tiga jemaah masih harus menjalani perawatan di Batam dan didampingi tiga pendamping. Sementara satu jemaah lain dilaporkan sakit di Kampar sejak sebelum keberangkatan.

Pihak penyelenggara memastikan seluruh jemaah haji 2026 asal Riau yang tertinggal telah mendapat penanganan, akomodasi, dan pendampingan petugas haji selama masa penundaan.

Ia mengingatkan para jemaah untuk memanfaatkan kesempatan ibadah haji dengan sebaik-baiknya, menjaga kekhusyukan, serta senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

“Fokuslah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jaga kondisi fisik, cukup istirahat, dan patuhi arahan dari petugas serta tim kesehatan. Cuaca di Tanah Suci tentu berbeda dengan di tanah air,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengimbau para jemaahhaji 2026 untuk menjaga kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan selama menjalankan ibadah. “Saling membantu dan menjaga satu sama lain. Jadikan perjalanan ini tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga memperkuat ukhuwah di antara sesama jemaah,” pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya