52 Unit Bus Ramah Disabilitas Layani Jemaah Haji Indonesia di Mekah

Akmal Fauzi, Laporan dari Mekah, Arab Saudi
29/4/2026 19:32
52 Unit Bus Ramah Disabilitas Layani Jemaah Haji Indonesia di Mekah
PPIH Arab Saudi menyiagakan 52 unit bus khusus untuk mendukung mobilitas jemaah haji disabilitas.(Dok. Foto MCH 2026)

PETUGAS Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiagakan 52 unit bus khusus untuk mendukung mobilitas jemaah haji disabilitas asal Indonesia. Armada ini akan melayani transportasi jemaah haji 2026 dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya secara gratis.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa bus tersebut merupakan bagian dari total 452 armada bus shalawat yang beroperasi di Mekah selama musim haji. Sebanyak 52 unit di antaranya didesain khusus agar ramah bagi jemaah dengan kebutuhan khusus.

Berbeda dengan armada reguler, bus khusus ini memiliki ruang kabin yang lebih luas untuk menampung kursi roda. Selain itu, kendaraan ini dilengkapi dengan sistem hidrolik yang memungkinkan posisi bus miring saat berhenti, guna memudahkan pengguna kursi roda masuk ke dalam kabin. Pada model terbaru, kapasitasnya bahkan mampu membawa hingga 18 penumpang kursi roda sekaligus.

Syarif menegaskan, penyediaan armada ini sejalan dengan komitmen pemerintah pada musim haji tahun ini.  “Saya sudah bilang sama (petugas) bidang lansia dan disabilitas, saya minta profiling jemaah, berapa pengguna kursi roda permanennya,” kata Syarief.

Secara umum, bus shalawat akan melayani 21 rute yang tersebar di lima wilayah akomodasi jemaah Indonesia. Namun, terdapat perbedaan mekanisme untuk layanan transportasi disabilitas. Bus ramah disabilitas tidak berhenti di sembarang titik, melainkan akan dipanggil menuju halte di kantor sektor masing-masing.

Nantinya, para jemaah disabilitas akan berkumpul di halte sektor untuk berangkat bersama-sama menuju Masjidil Haram. Sementara untuk kepulangan ke hotel, layanan akan tersedia di tiga terminal pemberangkatan yang berada di sekitar Masjidil Haram.

“Bus itu penggunaannya tidak setiap saat digunakan, tapi by order. Sebab kalau setiap saat digunakan tidak efektif,” kata dia.

Guna menjamin keamanan dan kenyamanan, petugas haji akan disiagakan, baik di sektor maupun di area Masjidil Haram, untuk memberikan pendampingan penuh bagi para jemaah lansia dan disabilitas selama menjalankan ibadah. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya