Jemaah Haji Indonesia Diimbau tidak Paksakan Salat Arbain di Masjid Nabawi

Akmal Fauzi, Laporan dari Mekah, Arab Saudi
26/4/2026 17:25
Jemaah Haji Indonesia Diimbau tidak Paksakan Salat Arbain di Masjid Nabawi
Suasana shalat di Masjid Nabawi, Madinah.(Dok. MCH Kemenhaj 2026)

JEMAAH haji Indonesia, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), diimbau untuk bijak dalam mengatur ritme ibadah dan tidak memaksakan diri melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi. Menjaga kondisi fisik tetap prima menjadi prioritas utama guna menghadapi puncak haji 2026 yang menuntut ketahanan fisik tinggi.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Petugas Pembimbing Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Bandara, Anis Diyah Puspita. Ia menekankan pentingnya kesadaran jemaah terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

"Jemaah terutama banyak yang lansia. Sehingga jemaah tidak harus diturut Arbain," ujarnya, Minggu (26/4).

Sebagai informasi, Arbain adalah pelaksanaan salat 40 waktu secara berjamaah tanpa terputus di Masjid Nabawi. Anis menjelaskan bahwa Arbain bukan merupakan bagian dari rukun maupun wajib haji.

"Ibadah Arbain tidak menjadi bagian dari rukun dan wajib haji, jadi Arbain tidak menjadi bagian dari rangkaian haji itu sendiri. Sehingga tidak berpengaruh terhadap keabsahan ibadah jemaah haji," tuturnya.

Keselamatan jemaah selama di Madinah sangat bergantung pada cara mereka mengelola energi. Anis mengingatkan agar jemaah tidak mengabaikan kesehatan hanya demi mengejar Arbain, yang dikhawatirkan justru akan menurunkan imunitas saat memasuki fase krusial di Mekah.

"Jemaah harus tetap dalam kondisi yang prima. Tetap mengerjakan salat fardu 5 waktu di masjid tapi harus memperhatikan masalah kesehatan," jelas Anis.

Ia menegaskan bahwa fokus utama petugas adalah memastikan jemaah bisa melaksanakan wukuf di Arafah dalam keadaan sehat. 

"Karena jangan sampai jemaah dituntut harus 40 waktu salat di Masjid Nabawi, justru ketika wukuf di Arafah pada saat puncak haji jemaah kelelahan dan sakit. Dan yang menjadi prioritas kita adalah kesehatan jemaah bisa melaksanakan puncak haji wukuf di Arafah dengan sehat wal afiat," ujarnya.

Anis juga meyakinkan jemaah bahwa beribadah di hotel di wilayah Madinah tetap memiliki nilai keutamaan yang tinggi, terutama jika dilakukan demi menjaga kemaslahatan kesehatan.

"Kadang jemaah ini mumpung ke Madinah, belum pernah haji atau berumroh pengennya terus solat di masjid. Kalau sehat enggak ada masalah, tapi kalau merasa lelah ya sudah solat aja di hotel. Insya Allah tetap berpahala," ujarnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya