Kemenhaj: Layanan Mecca Route Membuat Keberangkatan Haji 2026 Lebih Tertata

Putri Rosmalia Octaviyani
24/4/2026 16:27
Kemenhaj: Layanan Mecca Route Membuat Keberangkatan Haji 2026 Lebih Tertata
Layanan Mecca Route di Bandara Hasanuddin Makassar.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan proses keberangkatan jemaah calon haji 2026 Indonesia berjalan semakin tertata dan efisien. Hal ini dicapai melalui optimalisasi implementasi layanan Mecca Route atau jalur cepat (fast track) keimigrasian haji 2026.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, memberikan apresiasi tinggi terhadap layanan ini. Menurutnya, Mecca Route secara signifikan memangkas birokrasi keimigrasian yang biasanya menyita waktu jemaah saat tiba di Arab Saudi.

“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Mecca Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia,” ujar Menhaj Irfan Yusuf di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Empat Embarkasi Utama

Sejak operasional haji dimulai pada 22 April 2026, jemaah calon haji 2026 Indonesia telah diberangkatkan melalui sejumlah embarkasi yang menerapkan fasilitas fast track. Adapun bandara yang telah mengimplementasikan layanan ini meliputi:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta)
  • Bandara Adi Soemarmo (Solo)
  • Bandara Juanda (Surabaya)
  • Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar)

Melalui skema layanan terpadu ini, seluruh proses keimigrasian dan administrasi haji diselesaikan sepenuhnya di Tanah Air. Setibanya di Madinah atau Jeddah, jaeaah haji 2026 tidak perlu lagi mengantre di loket imigrasi dan bisa langsung diarahkan menuju bus akomodasi.

Transformasi Ekosistem Haji

Menhaj Irfan menekankan bahwa inovasi ini adalah bagian dari transformasi ekosistem haji Indonesia yang lebih manusiawi. "Proses yang terintegrasi ini memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah. Kami ingin memastikan setiap jamaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik dan tertib," imbuhnya.

Program Mecca Route merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian di Arab Saudi, melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Luar Negeri, Kesehatan, hingga otoritas penerbangan. Sejak diluncurkan secara global pada 2017, program ini tercatat telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah dari berbagai negara.

Harapan Perluasan Layanan

Meski saat ini baru mencakup empat embarkasi besar, Pemerintah Indonesia berharap fasilitas ini dapat diperluas ke seluruh titik keberangkatan di masa depan. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyatakan optimismenya terhadap perluasan cakupan layanan ini.

“Sekarang mungkin masih separuh (dari total jemaah), ke depan kita harapkan seluruh jemaah bisa mengalami proses seperti ini,” tutur Abdul Aziz.

Dengan sistem yang semakin tertata, diharapkan kelelahan fisik jemaah setelah penerbangan panjang dapat diminimalisasi, sehingga mereka dapat langsung fokus melaksanakan rangkaian ibadahhaji 2026 di Tanah Suci. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya