Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik usulan dari kelompok pemberontak Houthi yang mendapat dukungan Iran untuk mengakhiri serangan wilayah Arab Saudi sebagai bagian gagasan perdamaian.
Pernyataan dari Houthi disebut sebagai 'pesan serius yang akan mengakhiri perang.'
Tawaran damai tersebut datang sepekan setelah serangan drone atau pesawak nirawak dan misil yang menghantam sejumlah kilang minyak milik Arab Saudi.
Pemberontak Houthi sendiri telah mengakuti pihaknya yang melakukan serangan ke kilang minyak Saudi. Namun Saudi dan sekutunya, Amerika Seikat (AS) tetap menuduh bahwa di balik serangan tersebut adalah Iran.
Teheran dengan tegas membantah tuduhan dari Saudi dan AS terkait serangan drone dan misil ke kilang minyak Saudi.
10 ribu orang tewas
Perang saudara di Yaman dilaporkan telah menewaskan 10 ribu orang. Perang sipil telah membawa warga Yaman terancam kelaparan dan bahkan menjadi negara dengan bencana kemanusiaan yang terburuk di dunia.
Arab dan negara-negara sekutunya di Teluk telah membuat konflik yang berkecamuk di Yaman sejak 2015 semakin parah. Terlebih lagi, Saudi dan negara sekutunya kerap melakukan serangan udara dengan target kelompok pemberontak Houthi yang turut menggulingkan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi. Kini pasukan Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sana'a.
Sebagai aksi balasan, Houthi pun telah melancarkan serangan drone, misil, dan menembakkan roket ke wilayah Kerajaan Saudi.
Namun dalam pernyataan yang disiarkan sebuah stasiun televisi, Pemimpin Dewan Politik Agung Houthi Mahdi al-Mashat mengatakan pihaknya akan mengakhiri serangan ke Saudi dan negara-negara sekutunya.
"Kami punya hak untuk kembali dan merespons jawaban dalam masalah ini. Tak ada reaksi to keinginan kami," kata Al-Mashat.
Pada Sabtu (21/9), Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths menyambut penghentian serangan dan keinginan untuk menyelesaikan masalah secara politis.
"Utusan Khusus PBB menekankan pentingnya mengambil keuntungan dalam kesempatan ini dan bergerak meju dengan semua langkah yang bisa mengurangi kekerasan ekskalasi militer dan menghindari retorika yang tak membantu," demikian pernyataan PBB: (AFP/OL-09)
"
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved