Bukan Sekadar Durasi, Variasi Jenis Olahraga Jadi Kunci Umur Panjang

Thalatie K Yani
28/4/2026 12:45
Bukan Sekadar Durasi, Variasi Jenis Olahraga Jadi Kunci Umur Panjang
Ilustrasi(freepik)

RAHASIA hidup lebih lama mungkin bukan terletak pada seberapa lama Anda berlari di atas treadmill, melainkan pada seberapa beragam aktivitas fisik yang Anda lakukan. Sebuah penelitian jangka panjang yang melacak lebih dari 100.000 orang selama tiga dekade menunjukkan melakukan berbagai jenis aktivitas fisik secara signifikan menurunkan risiko kematian dibandingkan hanya berfokus pada satu jenis latihan saja.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Medicine ini mengungkapkan hubungan antara olahraga dan umur panjang tidak sesederhana "lebih banyak lebih baik". Manfaat kesehatan justru cenderung stabil setelah mencapai titik tertentu, yang mengindikasikan adanya "titik optimal" dalam beraktivitas.

Studi Tiga Dekade terhadap Ratusan Ribu Partisipan

Para peneliti menganalisis data dari dua studi besar: Nurses' Health Study (121.700 partisipan perempuan) dan Health Professionals Follow-Up Study (51.529 partisipan laki-laki). Selama lebih dari 30 tahun, gaya hidup dan kebiasaan olahraga mereka dipantau secara ketat melalui kuesioner setiap dua tahun.

Aktivitas yang dilaporkan sangat beragam, mulai dari jalan kaki, lari, bersepeda, berenang, hingga latihan beban, yoga, dan aktivitas luar ruangan seperti berkebun atau memotong rumput.

Manfaat Variasi yang Signifikan

Temuan paling menarik dari studi ini adalah pengaruh dari variasi aktivitas. Setelah memperhitungkan total volume olahraga, partisipan yang melakukan jenis aktivitas paling beragam memiliki risiko kematian 19% lebih rendah dari semua penyebab.

Selain itu, variasi olahraga juga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit pernapasan sebesar 13% hingga 41% dibandingkan mereka yang hanya melakukan sedikit jenis aktivitas.

Beberapa aktivitas spesifik menunjukkan penurunan risiko yang bervariasi:

  • Jalan kaki: Menurunkan risiko hingga 17%.
  • Tenis atau squash: Menurunkan risiko hingga 15%.
  • Latihan beban: Menurunkan risiko hingga 13%.
  • Naik tangga: Menurunkan risiko hingga 10%.

Mencari "Titik Optimal" Olahraga

Penelitian ini mencatat manfaat total aktivitas fisik mulai mendatar setelah mencapai sekitar 20 MET-jam mingguan (metrik pengukur penggunaan energi). Hal ini menunjukkan setelah mencapai titik tertentu, menambah durasi atau intensitas olahraga tidak lagi memberikan manfaat tambahan yang signifikan bagi umur panjang.

Partisipan dengan tingkat aktivitas tinggi umumnya memiliki profil kesehatan yang lebih baik: tidak merokok, memiliki berat badan ideal (BMI rendah), pola makan sehat, dan ikatan sosial yang kuat.

Catatan Peneliti

Meski memberikan data yang kuat, para peneliti memberikan catatan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga tidak bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara mutlak. Data aktivitas juga dilaporkan secara mandiri oleh partisipan, yang mungkin memengaruhi akurasi.

"Secara keseluruhan, data ini mendukung gagasan bahwa keterlibatan jangka panjang dalam berbagai jenis aktivitas fisik dapat membantu memperpanjang rentang hidup," simpul para peneliti dalam laporan tersebut.

Dengan kata lain, daripada hanya menambah kilometer saat berlari, cobalah sesekali menggantinya dengan berenang, berlatih yoga, atau bermain tenis untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal. (Science Daily/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya