Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENUAAN dini kini bukan lagi menjadi ancaman bagi mereka yang berusia lanjut saja. Fenomena munculnya tanda-tanda penuaan pada anak muda di usia 20-an kini semakin marak terjadi. Hal ini diungkapkan oleh dokter sekaligus ahli estetika, dr. Dewita Kamaruddin, BMedSCi (Hons.).
Menurut Dewita, gaya hidup yang tidak terjaga menjadi faktor utama mengapa garis-garis halus mulai tampak lebih awal pada generasi muda saat ini. Tanda-tanda awal penuaan biasanya dimulai dari munculnya garis ekspresi yang tipis hingga garis senyum yang semakin dalam.
“Tanda-tanda awal aging adalah garis ekspresi yang fine, yang tipis-tipis dulu, lalu mulailah ada garis senyum. Ketika tidak olahraga dan makan sembarangan, mulailah terjadi kulit berlebih dan jawline (garis rahang) menjadi tidak tegas,” ujar Dewita, dikutip Jumat (24/4).
Meskipun garis senyum (smile line) secara alami memberikan definisi pada wajah, namun penuaan yang dipercepat atau penurunan berat badan yang drastis dapat membuat garis tersebut terlihat lebih mencolok dan memberikan kesan wajah tidak segar.
Beberapa kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele oleh anak muda ternyata berdampak besar pada estetika kulit. Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan kulit berdasarkan penjelasan Dewita:
| Faktor Gaya Hidup Buruk | Dampak pada Kulit |
|---|---|
| Kurang Olahraga | Otot penyangga kulit melemah, kulit kendur. |
| Pola Makan tidak Sehat | Kulit menjadi kusam dan kehilangan nutrisi. |
| Penggunaan Vape/Rokok Elektrik | Mempercepat munculnya kerutan tipis sejak muda. |
| Penurunan Berat Badan Drastis | Garis senyum menjadi lebih dalam dan tegas. |
Dokter dari Miracle Ultimate Clinic ini menekankan bahwa perawatan wajah tidak perlu menunggu hingga usia 40 tahun. Konsultasi dengan ahli medis sejak usia 20-an sangat disarankan untuk menjaga elastisitas kulit dan menguatkan otot wajah.
Beberapa langkah medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara lain:
“Bukan berarti umur 20-an merasa masih muda lalu berpikir 'nantilah botox umur 40', tidak bisa begitu. Jika Anda peduli dengan penampilan, terutama jika sering bertemu banyak orang, maka perlu konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tampilan yang natural,” tutupnya. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari memperingatkan bahwa virus HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga kontak kulit dan objek tertentu.
Jelita, kamu punya tas, dompet, atau asesoris fesyen lainnya berbahan kulit yang keren tapi masih diragukan kehalalan material dan prosesnya?
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, virus cacar air tetap “tidur” dalam tubuh dan bisa aktif kembali jadi herpes zoster. Kenali risiko dan pencegahannya.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Olahraga outdoor atau di luar ruangan berisiko merusak kulit. Simak tips simpel melindungi kulit dari sinar UV, mulai dari penggunaan sunscreen hingga pemilihan waktu yang tepat.
Temukan perbedaan mendasar antara perawatan anti-aging dan filosofi ageless beauty. Panduan lengkap memilih pendekatan kecantikan yang tepat untuk kulit.
Panduan lengkap perawatan ageless beauty yang sedang tren. Temukan jenis perawatan medis, gaya hidup, dan tips menjaga kulit tetap kencang dan sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved