Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG hari pernikahan, penampilan kulit yang sehat dan bercahaya menjadi impian setiap calon pengantin. Namun, mendapatkan tampilan glowing yang sempurna tidak bisa dilakukan secara instan. Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dari klinik Dermalogia, dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV, menekankan pentingnya memulai perawatan kulit sejak jauh hari.
Menurut Arini, waktu ideal untuk memulai rangkaian perawatan kulit adalah enam bulan sebelum hari H. Hal ini karena kesehatan kulit merupakan sebuah proses yang membutuhkan fondasi kuat dan konsistensi.
"Perawatan kulit adalah sebuah proses. Tidak ada hasil instan tanpa fondasi yang tepat. Konsistensi dalam menjalani perawatan menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil yang nyata, sehat, dan bertahan dalam jangka panjang," ujar Arini dalam siaran pers, dikutip Selasa (28/4)
Persiapan selama enam bulan dianggap ideal karena tidak semua prosedur kecantikan memberikan hasil seketika. Selain itu, kulit membutuhkan waktu untuk fase pemulihan (downtime) setelah mendapatkan tindakan medis tertentu.
Arini juga memberikan peringatan keras agar calon pengantin tidak mencoba jenis perawatan kulit baru saat mendekati hari pernikahan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko reaksi alergi atau iritasi yang tidak diinginkan tepat di hari bahagia.
"Pastikan semua perawatan sudah teruji dan sesuai dengan kondisi kulit," tambahnya.
Kondisi kulit yang optimal pada hari H, yakni lembap, sehat, tidak mengelupas, dan minim sel kulit mati, sangat menentukan hasil akhir riasan. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan membuat makeup menempel lebih sempurna dan tahan lama.
Topik mengenai pre-wedding treatment ini kembali mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah aktris Syifa Hadju mengunggah foto-foto pranikah bersama El Rumi. Netizen banyak memuji kondisi kulit Syifa yang terlihat sangat sehat dan terawat, yang kemudian memicu kesadaran para calon pengantin lainnya untuk melakukan persiapan serupa.
Berikut adalah beberapa fokus utama perawatan yang biasanya dilakukan oleh para calon pengantin untuk menunjang penampilan mereka:
| Jenis Perawatan | Tujuan Utama |
|---|---|
| Penanganan Akne | Menghilangkan jerawat aktif dan menyamarkan bekas jerawat. |
| Brightening Treatment | Menjaga kecerahan kulit dan meratakan warna kulit yang kusam. |
| Skin Tightening | Mengencangkan kulit agar wajah terlihat lebih segar dan tirus. |
| Hydration & Exfoliation | Memastikan kulit lembap dan bebas sel kulit mati agar riasan halus. |
Dengan perencanaan yang matang dan konsultasi bersama ahli medis yang tepat, calon pengantin dapat tampil percaya diri dengan kondisi kulit terbaik di hari istimewa mereka. (Ant/Z-1)
Skin booster adalah prosedur perawatan kulit dengan cara menginjeksikan bahan aktif—biasanya berupa Hyaluronic Acid (HA) konsentrasi rendah—ke lapisan dermis kulit.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Teknologi ini mengantongi sertifikasi dari dua badan besar dunia, yakni US FDA (Amerika Serikat) dan KFDA (Korea Selatan).
Demam beauty-wellness mendorong tren perawatan estetik, tetapi persoalan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved