Kapan Waktu yang Tepat Mulai Suntik Skin Booster? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Nadhira Izzati A
26/4/2026 18:47
Kapan Waktu yang Tepat Mulai Suntik Skin Booster? Ini Penjelasan Dokter Spesialis
(Kiri ke kanan) Dr. Stanley Setiawan; Dr Henry Tanojo; Dr. Mathelda Weni; dan Dr. Inneke Jane dalam acara Press Conference Launching babyGLOW by Teoxane di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (26/4).(MI/Nadhira Izzati A)

DI tengah maraknya tren wajah glowing dan pengaruh kuat media sosial, generasi muda kini kian gencar melirik berbagai perawatan di klinik kecantikan. Salah satu yang paling populer adalah skin booster

Namun, sebuah pertanyaan mendasar muncul: di usia berapakah seseorang idealnya mulai melakukan prosedur ini?

Skin booster sendiri merupakan prosedur perawatan kulit yang dilakukan dengan cara menginjeksikan bahan aktif—biasanya berupa Hyaluronic Acid (HA) konsentrasi rendah—ke lapisan dermis kulit. 

Berbeda dengan filler yang bertujuan untuk menambah volume atau mengubah struktur wajah, skin booster bekerja sebagai "nutrisi" yang menghidrasi kulit dari dalam, memperbaiki tekstur, serta memberikan efek kilau alami atau glowing.

Karena sifatnya yang menghidrasi tanpa mengubah bentuk asli wajah, skin booster kini menjadi primadona bagi mereka yang ingin memperbaiki kualitas kulit. Dr. Stanley Setiawan, Spesialis Dermatovenerologi dan Estetika, menjelaskan bahwa pada dasarnya perawatan ini dapat digunakan oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, terutama saat proses penuaan mulai berlangsung.

“Usia di mana penuaan mulai berlangsung, yakni 20 tahun ke atas, itu sudah bisa dipakai,” ujar Dr. Stanley dalam acara Press Conference Launching babyGLOW by Teoxane di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (26/4).

Di sisi lain, para pakar estetika menekankan pentingnya tanggung jawab moral dokter untuk bersikap bijak, terutama saat menghadapi pasien di bawah umur. Dokter diharapkan tidak hanya mengejar aspek komersial, tetapi juga menjaga psikologis generasi muda agar tidak terobsesi dengan standar kecantikan instan sejak dini.

Kondisi Kulit juga Diperhatikan

Usia bukan satu-satunya parameter utama ketika melakukan perawatan skin booster. Penentuan boleh tidaknya seseorang mendapatkan perawatan ini juga bergantung pada kondisi kulit atau indikasi klinis saat konsultasi.

Ibarat pemberian obat, skin booster hanya diberikan jika kulit memang membutuhkannya. Jika seseorang memiliki kulit yang masih sangat sehat, kenyal, dan lembap secara alami, maka prosedur ini dianggap belum mendesak. Namun, tindakan ini baru menjadi pertimbangan serius jika ditemukan masalah kekeringan ekstrem yang sudah tidak bisa diatasi lagi dengan perawatan biasa.

Skincare dan Sunblock Tetap Menjadi Kewajiban 

Dr. Henry Tanojo, Spesialis Dermatovenerologi dan Estetika, menegaskan bahwa prosedur ini bekerja sebagai nutrisi internal yang tidak bisa menggantikan proteksi eksternal seperti tabir surya.

“Jadi konsep dari skin booster ini, dia menyehatkan dari dalam. Tetap tidak menggantikan peranan dari sunblock atau sunscreen. Karena sunscreen menangkal (paparan) dari luar, tetapi skin booster menyehatkan apa yang sudah di dalamnya,” ungkapnya.

Dr. Henry kembali mengingatkan pasien agar tidak abai terhadap perawatan harian. “Bukan berarti kalau sudah pakai skin booster, saya tidak perlu pakai skincare atau sunblock lagi. Karena ini adalah kelas yang berbeda,” tambahnya.

Pada akhirnya, skin booster adalah alat medis untuk menjaga kesehatan kulit, bukan sekadar tren gaya hidup yang harus diikuti semua umur. Konsultasi mendalam tetap menjadi langkah krusial untuk memastikan kulit menerima perawatan yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar mengikuti keinginan sesaat. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya