Lonjakan Tren Estetika Ubah Pola Layanan Kesehatan

 Gana Buana
08/4/2026 18:16
Lonjakan Tren Estetika Ubah Pola Layanan Kesehatan
Demam beauty-wellness mendorong tren perawatan estetik.(Dok. MI)

PERTUMBUHAN industri beauty dan wellness di Indonesia kian pesat seiring meningkatnya kebutuhan perawatan diri dan daya beli masyarakat. Di tengah tren tersebut, pelaku layanan kesehatan menyoroti bahwa tingginya minat terhadap perawatan estetik harus diimbangi dengan penanganan medis profesional dan pendekatan kesehatan yang lebih holistik.

Dokter Aesthetic Seraphim Medical Center, Silvia Kartika, mengatakan perawatan kulit dasar memang perlu dilakukan sejak dini secara mandiri, tetapi penanganan kulit bermasalah tetap harus ditangani dokter spesialis agar hasilnya optimal.

“Perawatan kulit harus dilakukan sejak dini secara mandiri. Namun penanganan kulit bermasalah harus ditangani oleh dokter spesialis agar hasilnya bisa lebih baik,” kata Silvia dalam talkshow Estetika dan Kesehatan Gigi pada rangkaian Shine n Smile Glow Fest, belum lama ini.

Pernyataan itu muncul di tengah pertumbuhan konsumsi masyarakat pada sektor perawatan diri. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan konsumsi kategori jasa perawatan diri, fesyen, dan alas kaki naik dari 2,91% pada kuartal II-2025 menjadi 4,21% pada kuartal III-2025.

Kenaikan itu mencerminkan meningkatnya minat publik terhadap perawatan diri, termasuk layanan kecantikan dan kesehatan penunjang. Industri kosmetik nasional juga mencatatkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, pasar kosmetik Indonesia membukukan pendapatan Rp35,6 triliun dan diproyeksikan tumbuh 4,73% per tahun, dengan segmen personal care, skincare, dan makeup menjadi penopang utama.

Di sisi lain, kebutuhan layanan estetik tidak hanya terjadi pada perawatan wajah dan kulit. Spesialis Periodontis Bethsaida Hospital, dr. RA Syanti W Astuty, menyebut perawatan estetik gigi kini menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditangani.

“Saat ini perawatan estetik menempati urutan tiga teratas kasus yang paling sering ditangani, tentunya selain kasus gigi berlubang dan gigi bungsu,” ujar Syanti.

Menurut dia, pasien kini semakin selektif karena prosedur estetik tidak lagi hanya berfokus pada kerapian gigi, melainkan juga pada keselarasan tampilan wajah agar terlihat natural.

Silvia mengatakan perawatan wajah juga perlu mempertimbangkan kondisi rahang yang dipengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Karena itu, pada kasus tertentu, tindakan estetik wajah perlu didahului penanganan di area gigi dan mulut, termasuk pemasangan implan untuk menyesuaikan struktur rahang.

“Merawat wajah memang harus mempertimbangkan pula kondisi rahang yang dipengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Untuk pasien dengan kondisi gigi dan mulut yang perlu perawatan estetik, harus ditangani dulu oleh dokter gigi dengan spesialisasi tertentu,” katanya.

Ia menambahkan hasil jangka panjang perawatan estetik juga ditentukan oleh konsistensi perawatan dan gaya hidup sehat. Menurut dia, facial rutin setidaknya sebulan sekali dapat menjadi perawatan dasar, tetapi harus dibarengi pola hidup sehat.

Besarnya kebutuhan layanan profesional juga tercermin dari persoalan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 56,9% penduduk Indonesia pada 2023 mengalami masalah gigi dan mulut, tetapi hanya 11,2% yang mencari pengobatan.

Kondisi itu menunjukkan masih lebarnya kesenjangan antara tingginya masalah kesehatan gigi dan mulut dengan akses maupun kesadaran masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam konteks tren beauty dan wellness yang terus tumbuh, pelaku industri menilai pendekatan estetik berbasis kesehatan menyeluruh akan semakin dibutuhkan.

Seraphim Medical Center hadir sebagai penyedia layanan kesehatan premium holistik berbasis functional medicine. Sementara Bethsaida Hospital memiliki Bethsaida Hospital Dental Center yang menyediakan layanan perawatan gigi holistik oleh dokter spesialis, termasuk implan sebagai salah satu prosedur estetik. Keduanya merupakan anak usaha PT Paramount Enterprise International, bagian dari Paramount Group.

Isu tersebut turut diangkat dalam Shine n Smile Glow Fest yang digelar 10Xhibition di West Atrium Living World Alam Sutera pada 31 Maret hingga 5 April 2026. Pameran itu diikuti klinik kecantikan, dental clinic, serta penyedia jasa perbankan dan asuransi.

Penyelenggara acara, Oki Baren, mengatakan pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan dokter ahli serta memanfaatkan berbagai promosi layanan kesehatan dan kecantikan selama pameran berlangsung. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya