Tips Memilih Daycare Aman Menurut Psikolog: Belajar dari Kasus Little Aresha

Basuki Eka Purnama
28/4/2026 07:31
Tips Memilih Daycare Aman Menurut Psikolog: Belajar dari Kasus Little Aresha
Ilustrasi--Pendamping bermain bersama anak balita di Rumah Pelita, Manyaran, Semarang, Jawa Tengah, Senin (13/4/2026).(ANTARA/Aprillio Akbar)

KASUS penggerebekan tempat penitipan anak (daycare) ilegal "Little Aresha" di Kota Yogyakarta pada 24 April 2026 menjadi alarm keras bagi para orangtua. Menanggapi fenomena tersebut, psikolog klinis Devi Yanti, M. Psi., menekankan pentingnya ketelitian ekstra dalam memilih lembaga pengasuhan anak demi menjamin keamanan dan kesejahteraan buah hati.

Devi, yang juga menjabat sebagai Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh, menyatakan bahwa legalitas adalah fondasi utama. Orang tua wajib memastikan daycare yang dipilih telah terdaftar secara resmi dan memiliki izin operasional dari dinas terkait.

Transparansi dan Pengawasan Langsung

Selain aspek hukum, transparansi pengelola menjadi indikator kualitas layanan. Menurut Devi, pengelola yang kredibel tidak akan keberatan jika orang tua datang sewaktu-waktu untuk melakukan pengecekan. Keberadaan fasilitas CCTV yang dapat dipantau secara real-time oleh orang tua juga menjadi nilai tambah yang krusial.

Daycare yang baik akan terbuka terhadap pengawasan. Orang tua juga disarankan melakukan survei langsung untuk mengecek kebersihan, sirkulasi udara, hingga kapasitas ruangan,” ujar Devi saat dihubungi pada Senin (27/4).

Rasio Pengasuh dan Rekam Jejak

Salah satu poin teknis yang sering terabaikan adalah rasio jumlah pengasuh berbanding jumlah anak. Hal ini sangat menentukan kualitas perhatian yang diterima anak. Berikut adalah panduan rasio ideal menurut rekomendasi psikologis:

Kategori Usia Anak Rasio Ideal (Pengasuh : Anak)
Bayi Maksimal 1 : 3 atau 1 : 4
Balita Maksimal 1 : 5 atau 1 : 6

Sebelum menjatuhkan pilihan, orang tua juga diminta menelusuri rekam jejak digital melalui ulasan di Google Maps atau media sosial, serta mencari testimoni dari orang tua lain yang pernah menggunakan jasa tersebut.

Waspadai Perubahan Perilaku Anak

Setelah anak mulai dititipkan, pengawasan tidak boleh kendor. Devi mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak saat dijemput. Gejala seperti kecemasan berlebih, ketakutan yang tidak biasa, atau penolakan keras saat akan berangkat ke daycare bisa menjadi indikasi adanya masalah.

Terkait kasus Little Aresha yang diduga melakukan penganiayaan dan penelantaran, Devi menyebutnya sebagai pengkhianatan besar terhadap kepercayaan orang tua. "Kasus ini adalah tanda peringatan keras bagi pemangku kepentingan untuk segera membenahi sistem perizinan dan pengawasan lembaga pengasuhan anak di Indonesia," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya