Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA outdoor atau di luar ruangan memang terasa lebih menyegarkan dan memberikan variasi suasana yang menyenangkan. Namun, di balik manfaat kebugarannya, ada satu aspek yang sering kali dianggap sepele oleh para pegiat olahraga: paparan sinar matahari langsung ke kulit.
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Johns Hopkins Medicine, paparan sinar ultraviolet (UV) yang tidak terproteksi dapat memicu kerusakan kulit serius. Dampaknya bervariasi, mulai dari luka bakar matahari (sunburn) hingga peningkatan risiko kanker kulit dalam jangka panjang.
Tantangan utama saat berolahraga adalah kondisi tubuh yang berkeringat dan durasi paparan yang cenderung lama. Kombinasi ini membuat proteksi kulit sering kali tidak optimal dan meningkatkan risiko kerusakan tanpa disadari.
Sinar matahari membawa dua jenis radiasi berbahaya, yaitu UVA dan UVB. UVA memiliki kemampuan menembus lapisan kulit lebih dalam yang mempercepat penuaan dini, sedangkan UVB merupakan penyebab utama kulit terbakar. Perlu diingat bahwa keduanya tetap aktif meskipun cuaca sedang mendung; langit yang tidak terik bukan berarti kulit Anda aman dari radiasi.
American Cancer Society menekankan bahwa paparan sinar UV berulang tanpa perlindungan memadai adalah faktor risiko utama kanker kulit. Hal inilah yang sering diabaikan oleh mereka yang rutin melakukan aktivitas luar ruangan.
Menggunakan tabir surya atau sunscreen adalah langkah proteksi mendasar, namun efektivitasnya sangat bergantung pada cara pemakaiannya. Berikut adalah panduan yang direkomendasikan:
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah hanya mengoleskan sunscreen satu kali di awal sesi olahraga. Padahal, keringat dapat melunturkan lapisan pelindung tersebut dengan cepat.
Mengatur jadwal olahraga adalah strategi cerdas untuk meminimalisir risiko. Sinar UV berada pada intensitas terkuatnya antara pukul 10.00 pagi hingga 04.00 sore. Pada rentang waktu ini, risiko kerusakan kulit berada pada level tertinggi.
Memindahkan jadwal olahraga ke pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari setelah pukul 16.00 adalah langkah paling efektif untuk menekan paparan radiasi UV secara langsung.
Selain produk perawatan kulit, pakaian berperan sebagai pelindung fisik yang konsisten. Penggunaan baju lengan panjang berbahan ringan yang memiliki sirkulasi udara baik, topi, serta kacamata hitam pelindung UV sangat disarankan.
Berbeda dengan sunscreen yang bisa luntur, pakaian memberikan perlindungan selama dikenakan. Inilah alasan mengapa atlet profesional selalu mengombinasikan penggunaan sunscreen dengan pakaian pelindung yang tepat.
Jangan lupa memberikan perlindungan pada area kecil yang sering terlewatkan, seperti telinga, leher bagian belakang, dan punggung kaki. Area-area ini sangat rentan terkena sunburn karena posisinya yang sering terpapar matahari secara langsung saat bergerak.
Melindungi kulit saat berolahraga bukan sekadar soal estetika, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Mengandalkan satu metode saja tidaklah cukup. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam mengombinasikan penggunaan sunscreen, pemilihan waktu yang tepat, serta penggunaan pakaian pelindung. Dengan proteksi yang maksimal, Anda tetap bisa meraih kebugaran tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit.
(Centers for Disease Control and Prevention, Johns Hopkins Medicine, American Cancer Society/H-3)
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis kulit peringatkan bahaya permanen sinar UV yang merusak DNA kulit, picu penuaan dini, dan kanker. Simak cara cegah dan solusinya.
Riifo, produsen sistem perpipaan global dengan pengalaman lebih dari dua dekade, mengembangkan Pipa PPR Anti UV yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan instalasi luar ruangan.
Kulit yang menua menyebabkan perubahan komposisi mikrobioma, yang ditandai dengan berkurangnya diversitas mikroba dan meningkatnya bakteri patogen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved