Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAPARAN sinar matahari yang terik bukan hanya berdampak buruk bagi kulit, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan mata. Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, Amir Shidik, menekankan pentingnya penggunaan kacamata pelindung sinar ultraviolet (UV) untuk membantu mencegah risiko katarak.
Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (8/4), dr. Amir menjelaskan bahwa katarak merupakan kondisi terjadinya perubahan kejernihan pada lensa mata yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Salah satu pemicu utamanya adalah paparan radiasi UV yang berlebihan dalam jangka panjang.
Banyak orang beranggapan bahwa kacamata dengan lensa gelap atau hitam sudah cukup untuk melindungi mata. Namun, dr. Amir meluruskan persepsi tersebut. Menurutnya, fitur pelindung UV jauh lebih penting daripada sekadar warna lensa.
“Bisa kacamata anti UV, tidak harus hitam warnanya. Justru kacamata itu bahaya jika cuma mengandalkan warna gelap tapi tidak ada pelindung UV-nya. Kacamata gelap hanya membuat pandangan terasa lebih adem dan nyaman, namun tidak otomatis memblokir radiasi berbahaya,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Ia memperingatkan bahwa menggunakan kacamata gelap tanpa proteksi UV justru berisiko, karena pupil mata akan melebar dalam kondisi gelap, sehingga memungkinkan lebih banyak sinar UV masuk ke dalam mata jika lensa tidak memiliki filter pelindung.
Selain memicu katarak, paparan sinar matahari yang ekstrem juga dapat merusak bagian mata lainnya, termasuk:
Katarak sendiri biasanya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang mengganggu pada tahap awal. Oleh karena itu, langkah preventif sejak dini sangat diperlukan.
Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah ini mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dengan memilih perangkat pelindung yang terstandarisasi, bukan sekadar mengikuti tren mode. (Ant/H-3)
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Peneliti UC Irvine berhasil memulihkan penglihatan akibat usia pada tikus dengan menargetkan gen ELOVL2. Temuan ini menjadi terobosan baru pengobatan AMD.
Kenali cara mencegah floaters pada mata melalui 8 langkah praktis, mulai dari nutrisi hingga pemeriksaan rutin untuk menghindari gangguan penglihatan serius.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menjelaskan mengapa katarak sering tidak disadari dan apa saja gejala awal yang perlu diwaspadai.
Kasus katarak di Indonesia terus meningkat dan masuk fase backlog. Akses terbatas dan mitos jadi penghambat, padahal risiko kebutaan bisa dicegah.
Kenali penyebab katarak di usia muda mulai dari gaya hidup hingga faktor medis, serta langkah pencegahan efektif untuk menjaga kesehatan mata jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved