Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH katarak pada mata sering kali menjadi "pencuri" penglihatan yang tidak disadari oleh penderitanya. Hal ini disebabkan oleh proses perkembangannya yang berlangsung sangat lambat, bahkan memakan waktu hingga hitungan tahun.
Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, mengungkapkan bahwa banyak pasien yang baru menyadari kondisi mereka setelah kualitas penglihatan menurun drastis.
"Masalahnya katarak ini terjadi secara perlahan, hitungannya bulan, tahun. Jadi, sering kali pasien itu tidak sadar bahwa dia sudah mulai katarak, tidak sadar penglihatannya turun," ujar Amir dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.
Lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa katarak pada dasarnya adalah kondisi kekeruhan yang terjadi pada lensa mata. Dalam kondisi normal, lensa mata bersifat jernih sehingga mampu memfokuskan cahaya secara tajam ke satu titik di retina (pusat penglihatan).
Namun, pada pasien katarak, lensa yang keruh membuat fokus bayangan tidak lagi tajam melainkan tampak berpendar. Meskipun katarak dapat menyerang satu atau kedua mata sekaligus, Amir menegaskan bahwa kekeruhan ini tidak menyebar dari satu mata ke mata lainnya.
Salah satu gejala unik yang sering mengecoh pasien adalah fenomena second sight. Kondisi ini membuat seseorang merasa penglihatan jarak dekatnya membaik secara tiba-tiba, namun penglihatan jarak jauhnya justru semakin menurun.
"Second sight terjadi karena lensa yang terkena katarak menarik cairan sehingga menjadi cembung dan minus pada mata bertambah. Akibatnya, seseorang bisa membaca pada jarak dekat tanpa bantuan, namun tulisan menjadi buram pada jarak jauh," jelas Amir.
Berikut adalah rangkuman gejala dan karakteristik katarak yang perlu diwaspadai:
| Kategori | Gejala / Karakteristik |
|---|---|
| Visual Utama | Pandangan berawan, seperti melihat di balik kaca berembun atau air terjun. |
| Kondisi Cahaya | Silau saat mengemudi di malam hari atau saat hujan. |
| Perubahan Warna | Kualitas penglihatan tampak kecokelatan atau kekuningan. |
| Fisik Mata | Tanpa rasa nyeri, tidak merah, namun pada kasus berat muncul warna putih pada pupil. |
| Refraksi | Ukuran kacamata sering berubah-ubah secara mendadak. |
Faktor risiko utama katarak sangat erat kaitannya dengan proses penuaan alami. Berdasarkan data medis, prevalensi katarak akan meningkat secara drastis hingga mencapai 70 persen saat seseorang memasuki usia 70 tahun.
Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok lanjut usia, guna mendeteksi kekeruhan lensa sejak dini sebelum mengganggu aktivitas sehari-hari. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menegaskan operasi adalah satu-satunya jalan sembuhkan katarak. Simak fakta, mitos, dan faktor risikonya di sini.
Kenali penyebab buta warna atau discromatopsia, faktor keturunan melalui kromosom X, serta metode deteksi menggunakan Buku Ishihara menurut pakar IPB.
Peneliti UC Irvine berhasil memulihkan penglihatan akibat usia pada tikus dengan menargetkan gen ELOVL2. Temuan ini menjadi terobosan baru pengobatan AMD.
Kenali cara mencegah floaters pada mata melalui 8 langkah praktis, mulai dari nutrisi hingga pemeriksaan rutin untuk menghindari gangguan penglihatan serius.
Kasus katarak di Indonesia terus meningkat dan masuk fase backlog. Akses terbatas dan mitos jadi penghambat, padahal risiko kebutaan bisa dicegah.
Kenali penyebab katarak di usia muda mulai dari gaya hidup hingga faktor medis, serta langkah pencegahan efektif untuk menjaga kesehatan mata jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved