Waspada Katarak: Gejala, Faktor Risiko, dan Fenomena Second Sight

Basuki Eka Purnama
13/4/2026 10:13
Waspada Katarak: Gejala, Faktor Risiko, dan Fenomena Second Sight
Ilustrasi--Peserta bakti sosial operasi katarak keluar dari ruang tindakan usai menjalani operasi di RSUD Raden Mattaher, Jambi, Sabtu (24/5/2025).(ANTARA/Wahdi Septiawan)

MASALAH katarak pada mata sering kali menjadi "pencuri" penglihatan yang tidak disadari oleh penderitanya. Hal ini disebabkan oleh proses perkembangannya yang berlangsung sangat lambat, bahkan memakan waktu hingga hitungan tahun.

Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, mengungkapkan bahwa banyak pasien yang baru menyadari kondisi mereka setelah kualitas penglihatan menurun drastis.

"Masalahnya katarak ini terjadi secara perlahan, hitungannya bulan, tahun. Jadi, sering kali pasien itu tidak sadar bahwa dia sudah mulai katarak, tidak sadar penglihatannya turun," ujar Amir dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.

Mekanisme Terjadinya Katarak

Lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa katarak pada dasarnya adalah kondisi kekeruhan yang terjadi pada lensa mata. Dalam kondisi normal, lensa mata bersifat jernih sehingga mampu memfokuskan cahaya secara tajam ke satu titik di retina (pusat penglihatan).

Namun, pada pasien katarak, lensa yang keruh membuat fokus bayangan tidak lagi tajam melainkan tampak berpendar. Meskipun katarak dapat menyerang satu atau kedua mata sekaligus, Amir menegaskan bahwa kekeruhan ini tidak menyebar dari satu mata ke mata lainnya.

Mengenali Gejala dan Fenomena Second Sight

Salah satu gejala unik yang sering mengecoh pasien adalah fenomena second sight. Kondisi ini membuat seseorang merasa penglihatan jarak dekatnya membaik secara tiba-tiba, namun penglihatan jarak jauhnya justru semakin menurun.

"Second sight terjadi karena lensa yang terkena katarak menarik cairan sehingga menjadi cembung dan minus pada mata bertambah. Akibatnya, seseorang bisa membaca pada jarak dekat tanpa bantuan, namun tulisan menjadi buram pada jarak jauh," jelas Amir.

Berikut adalah rangkuman gejala dan karakteristik katarak yang perlu diwaspadai:

Kategori Gejala / Karakteristik
Visual Utama Pandangan berawan, seperti melihat di balik kaca berembun atau air terjun.
Kondisi Cahaya Silau saat mengemudi di malam hari atau saat hujan.
Perubahan Warna Kualitas penglihatan tampak kecokelatan atau kekuningan.
Fisik Mata Tanpa rasa nyeri, tidak merah, namun pada kasus berat muncul warna putih pada pupil.
Refraksi Ukuran kacamata sering berubah-ubah secara mendadak.

Faktor Risiko dan Penuaan

Faktor risiko utama katarak sangat erat kaitannya dengan proses penuaan alami. Berdasarkan data medis, prevalensi katarak akan meningkat secara drastis hingga mencapai 70 persen saat seseorang memasuki usia 70 tahun.

Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok lanjut usia, guna mendeteksi kekeruhan lensa sejak dini sebelum mengganggu aktivitas sehari-hari. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya