Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH banyak persepsi keliru di tengah masyarakat mengenai penanganan katarak. Salah satu yang paling umum adalah anggapan bahwa kekeruhan pada lensa mata tersebut bisa disembuhkan hanya dengan penggunaan obat tetes mata.
Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp. M, Subsp. K.B.R, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada obat tetes yang mampu menghilangkan katarak secara total. Menurutnya, obat tetes hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan solusi utama.
“Enggak ada obat tetes yang efektif menghilangkan katarak, paling hanya menghambat progresivitasnya. Operasi adalah satu-satunya jalan,” ujar Amir dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (8/4).
Katarak merupakan kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, sehingga menghalangi cahaya masuk ke retina. dr. Amir menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari proses alami penuaan hingga gaya hidup yang tidak sehat.
Berikut adalah rincian faktor risiko yang dapat memicu munculnya katarak:
| Kategori Faktor | Detail Risiko |
|---|---|
| Fisik & Usia | Usia lanjut, paparan sinar ultraviolet (UV). |
| Riwayat Medis Mata | Trauma mata, riwayat operasi mata sebelumnya, peradangan mata (Uveitis). |
| Kesehatan Umum | Diabetes, obesitas, penggunaan obat steroid jangka panjang. |
| Gaya Hidup | Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. |
Kabar baiknya, katarak adalah kondisi yang dapat diperbaiki sepenuhnya. Melalui tindakan operasi, lensa mata yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa buatan yang jernih. Amir yang merupakan lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa teknologi kedokteran telah membuat prosedur ini jauh lebih nyaman bagi pasien.
Dahulu, operasi katarak memerlukan sayatan lebar hingga 15 mm dan banyak jahitan. Namun kini, teknik modern memungkinkan sayatan yang sangat kecil dan presisi, sehingga proses pemulihan jauh lebih cepat.
“Operasi sekarang cepat, cuma 10-15 menit. Biusnya cuma ditetes, enggak perlu dijahit, dan mata bisa langsung dibuka,” jelasnya.
Selain kendala medis, Amir menyoroti hambatan psikologis dan mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satu mitos yang paling ekstrem adalah anggapan bahwa bola mata harus dicopot dan dibersihkan saat operasi. Ia menegaskan hal tersebut sama sekali tidak benar.
Ketakutan lain yang sering muncul berkaitan dengan ibadah. Banyak pasien khawatir tidak bisa melakukan sujud atau salat setelah operasi. Padahal, dengan penglihatan yang kembali jernih, kualitas ibadah justru akan meningkat.
Lebih dari sekadar fungsi penglihatan, operasi katarak memberikan dampak sosial yang signifikan bagi pasien. “Pasien katarak sering terlihat bengong atau tatapan kosong karena enggak ada yang bisa dilihat. Setelah operasi, ekspresi mukanya berubah, jadi lebih sering senyum dan berinteraksi,” pungkas Amir.
Dokter spesialis mata dr. Florence Meilani Manurung menjelaskan katarak juvenil pada usia muda, faktor pemicu, hingga target operasi katarak nasional.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menyarankan penggunaan kacamata pelindung UV untuk mencegah katarak. Simak tips memilih kacamata yang tepat di sini.
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik menjelaskan mengapa katarak sering tidak disadari dan apa saja gejala awal yang perlu diwaspadai.
Kenali penyebab buta warna atau discromatopsia, faktor keturunan melalui kromosom X, serta metode deteksi menggunakan Buku Ishihara menurut pakar IPB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved