Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda merasa kesulitan membedakan warna tertentu, seperti merah dan hijau? Kondisi ini bukan sekadar masalah penglihatan biasa, melainkan tanda adanya gangguan penglihatan warna yang secara medis dikenal sebagai discromatopsia atau buta warna.
Menariknya, banyak orang baru menyadari kondisi ini saat menjalani tes kesehatan formal, seperti untuk keperluan masuk sekolah, melamar pekerjaan, atau pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Padahal, gangguan ini umumnya bersifat bawaan sejak lahir.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Drasthya Zarisha, menjelaskan bahwa mayoritas kasus gangguan penglihatan warna bersifat kongenital atau bawaan. Hal ini disebabkan oleh kelainan pada sel kerucut di retina yang berfungsi menangkap dan membedakan spektrum warna.
Secara genetik, buta warna berkaitan erat dengan gen resesif pada kromosom X. Inilah alasan mengapa pola penurunannya tergolong unik:
Untuk membedakan jenis gangguan yang dialami, dr. Drasthya membaginya ke dalam dua kategori utama, yaitu buta warna total dan parsial. Berikut adalah perbandingannya:
| Jenis Buta Warna | Karakteristik Penglihatan | Dampak Tambahan |
|---|---|---|
| Total (Akromatopsia) | Hanya melihat nuansa abu-abu; sel kerucut tidak berfungsi. | Ketajaman penglihatan menurun (ringan hingga berat). |
| Parsial | Gangguan hanya pada sebagian spektrum warna (misal: merah-hijau). | Umumnya ketajaman penglihatan tetap normal. |
Untuk mendeteksi kondisi ini, metode yang paling umum digunakan adalah Buku Ishihara. Tes ini menggunakan lempeng warna pseudoisokromatis untuk menguji kemampuan mata dalam membedakan warna. Jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai keterlibatan genetik, pasien disarankan melakukan pemeriksaan genetik secara spesifik.
Hingga saat ini, belum ada metode medis yang dapat mencegah atau menyembuhkan buta warna bawaan karena kerusakan terjadi pada "sensor warna" di retina sejak lahir. Namun, dr. Drasthya menekankan bahwa penderita tetap bisa menjalani aktivitas normal dengan strategi adaptasi.
Beberapa cara adaptasi yang bisa dilakukan antara lain:
Berbeda dengan kasus bawaan, buta warna yang didapat (acquired) akibat penyakit tertentu masih memiliki kemungkinan untuk diperbaiki persepsi warnanya, asalkan penyebab utamanya dapat diobati secara medis. (Z-1)
Gangguan persepsi warna bukan sekadar buta warna biasa. Kenali hubungan perubahan warna mata dengan gejala kanker otak hingga risiko kanker kandung kemih.
Studi terbaru mengungkap hubungan mengejutkan antara buta warna dan risiko kematian kanker kandung kemih akibat keterlambatan deteksi gejala urine berdarah.
Sebuah tim ilmuwan dari Amerika Serikat mengklaim menemukan warna baru yang belum pernah dilihat manusia, yang mereka beri nama "olo".
Buta warna bersifat turun-temurun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.
Nah apa saja bentuk pewarisan sifat pada makhluk hidup dan kelainan sifat yang diturunkan? Lebih jelasnya pelajari uraian berikut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved