Waspada, Penggunaan Obat Tetes Mata Steroid Tanpa Resep Picu Katarak dan Glaukoma

Basuki Eka Purnama
14/4/2026 06:14
Waspada, Penggunaan Obat Tetes Mata Steroid Tanpa Resep Picu Katarak dan Glaukoma
Ilustrasi(Freepik)

DOKTER spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, memberikan peringatan keras terkait penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat. Penggunaan obat tetes mata, terutama yang mengandung steroid untuk mengobati indikasi alergi tanpa pengawasan medis, dapat memicu kondisi serius seperti katarak dan glaukoma.

"Obat steroid memang enak buat (mengobati mata) gatal, tapi, bikin glaukoma dan katarak," ujar dr. Amir dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, dikutip Selasa (14/4).

Katarak sendiri merupakan kondisi saat lensa mata kehilangan kejernihannya, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan. Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak terasa mengganggu pada tahap awal, namun dapat berakibat fatal jika dipicu oleh faktor eksternal seperti penyalahgunaan obat.

Anak-Anak Kelompok Paling Rentan

Dalam penjelasannya, Amir menyoroti bahwa anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 15 tahun, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap alergi mata. Alergi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor lingkungan, mulai dari debu, konsumsi susu, hingga kondisi cuaca.

Gejala alergi yang ditandai dengan mata gatal atau merah sering kali membuat orangtua atau penderita menggunakan obat tetes mata secara mandiri tanpa konsultasi dokter. Praktik inilah yang memicu penyalahgunaan obat tetes mata berbahan steroid.

Efek Samping Steroid pada Mata:
1. Peningkatan tekanan bola mata (risiko glaukoma).
2. Mempercepat terbentuknya katarak.
3. Risiko infeksi sekunder jika tidak sesuai dosis.

“Obat mata steroid itu efek sampingnya tekanan bola mata naik, katarak lebih cepat,” tegas lulusan spesialis mata Universitas Indonesia tersebut.

Saran Medis untuk Mata Merah dan Gatal

Jika anak atau orang dewasa mengalami keluhan seperti mata merah atau sering mengucek mata, Amir menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Hal ini penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh mata kering atau reaksi alergi yang memerlukan penanganan spesifik.

Khusus untuk kondisi mata merah, ia menyarankan agar segera berkonsultasi jika kondisi tidak membaik dalam waktu satu hingga dua hari. Mata merah merupakan tanda adanya inflamasi atau peradangan yang memerlukan diagnosis tepat.

"Mata merah itu tanda inflamasi. Pada saat itulah kita butuh antibiotik, tapi harus dalam pengawasan dokter," pungkasnya.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan tidak sembarangan membeli obat tetes mata di apotek tanpa resep, guna menghindari kerusakan permanen pada indra penglihatan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya