Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OBAT tetes mata yang mengandung steroid menjadi solusi medis utama untuk mengatasi peradangan mata hebat, alergi kronis, hingga pemulihan pascaoperasi. Namun, karena sifatnya yang masuk dalam kategori obat keras, penggunaan cairan medis ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa pengawasan ahli.
Berikut adalah empat contoh merek obat tetes mata steroid yang umum digunakan di Indonesia berdasarkan fungsinya:
Cendo P-Pred mengandung zat aktif Prednisolone Asetat. Obat ini fokus pada pengurangan peradangan, kemerahan, dan pembengkakan pada jaringan mata, terutama setelah tindakan bedah atau trauma pada mata.
Obat ini merupakan kombinasi antara antibiotik dan steroid. Cendo Xitrol sangat efektif untuk menangani kondisi mata merah yang disertai risiko infeksi bakteri atau iritasi berat yang membutuhkan penanganan ganda (infeksi dan inflamasi).
Serupa dengan Xitrol, Alletrol mengandung kombinasi antibiotik dan steroid. Biasanya diresepkan untuk kasus peradangan mata akibat infeksi bakteri atau alergi mata yang sudah masuk tahap parah dengan komplikasi tertentu.
Cendo Tobroson menggabungkan Tobramycin (antibiotik) dan Dexamethasone (steroid). Kombinasi ini dikenal efektif untuk pengobatan cepat pada infeksi bakteri yang disertai pembengkakan signifikan pada area mata.
Peringatan Penting:
Seluruh obat tetes mata steroid di atas termasuk dalam golongan Obat Keras. Penggunaan tanpa diagnosis dan resep dokter berisiko tinggi menyebabkan efek samping serius, seperti peningkatan tekanan bola mata (glaukoma), katarak, hingga memperburuk infeksi jamur atau virus.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata sebelum menggunakan produk-produk tersebut guna memastikan dosis dan durasi pemakaian yang aman bagi kesehatan indra penglihatan. (Z-10)
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Dokter mengingatkan penggunaan obat tetes mata mengandung steroid tanpa pengawasan dapat memicu katarak dan glaukoma, terutama pada anak rentan alergi.
Ketika kadar testosteron alami turun, pria bisa mengalami penurunan gairah seks, disfungsi ereksi, bahkan penurunan jumlah sperma.
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Penggunaan steroid secara jangka panjang dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan efek samping serius, seperti peningkatan berat badan, mood swing, dan gangguan tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved