Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN obat tetes mata berbahan steroid secara sembarangan dinilai berbahaya karena dapat memicu gangguan serius pada mata, termasuk mempercepat munculnya katarak dan meningkatkan risiko glaukoma.
Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, Amir Shidik, menegaskan obat tetes mata steroid memang kerap memberi efek cepat dalam meredakan keluhan gatal akibat alergi. Namun, di balik efek tersebut, ada risiko jangka panjang yang tidak boleh disepelekan.
“Obat steroid memang enak buat mata gatal, tapi bisa bikin glaukoma dan katarak,” ujar Amir dilansir dari Antara, Rabu (8/4).
Katarak sendiri merupakan kondisi ketika lensa mata yang semestinya jernih berubah menjadi keruh sehingga mengganggu penglihatan. Penyakit ini umumnya berkembang perlahan dan sering tidak disadari pada fase awal.
Amir menyoroti anak-anak, terutama yang berusia di bawah 15 tahun, sebagai kelompok yang paling rentan mengalami alergi mata. Pemicu alergi bisa beragam, mulai dari debu, susu, hingga faktor lingkungan.
Menurut dia, keluhan seperti mata gatal dan mata merah sering membuat masyarakat memilih membeli serta menggunakan obat tetes mata sendiri tanpa pemeriksaan dokter. Kebiasaan ini berisiko mendorong penyalahgunaan tetes mata yang mengandung steroid.
Padahal, penggunaan steroid pada mata tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek samping serius. Selain meningkatkan tekanan bola mata, obat jenis ini juga dapat mempercepat pembentukan katarak.
“Obat mata steroid itu efek sampingnya tekanan bola mata naik, katarak lebih cepat,” kata Amir.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap sepele keluhan mata merah atau kebiasaan sering mengucek mata, baik pada anak maupun orang dewasa. Pemeriksaan ke dokter mata diperlukan untuk memastikan apakah keluhan dipicu oleh alergi, mata kering, atau masalah lain yang memerlukan penanganan berbeda.
Khusus untuk mata merah, Amir menyarankan agar pasien segera berkonsultasi apabila kondisi tidak membaik dalam waktu satu hingga dua hari.
“Mata merah itu tanda inflamasi. Pada saat itulah kita butuh antibiotik, tapi harus dalam pengawasan dokter,” ujarnya. (Ant/Z-10)
Dokter spesialis mata dr. Amir Shidik memperingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata steroid tanpa resep yang dapat memicu katarak dan glaukoma.
Kenali 4 contoh obat tetes mata steroid di Indonesia seperti Cendo P-Pred hingga Tobroson. Wajib resep dokter untuk hindari risiko glaukoma.
Ketika kadar testosteron alami turun, pria bisa mengalami penurunan gairah seks, disfungsi ereksi, bahkan penurunan jumlah sperma.
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Penggunaan steroid secara jangka panjang dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan efek samping serius, seperti peningkatan berat badan, mood swing, dan gangguan tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved