Jangan Sembarangan Pakai Obat Tetes Mata, Dokter Ungkap Risiko Katarak dan Glaukoma!

 Gana Buana
08/4/2026 21:33
Jangan Sembarangan Pakai Obat Tetes Mata, Dokter Ungkap Risiko Katarak dan Glaukoma!
Dokter mengingatkan penggunaan obat tetes mata mengandung steroid tanpa pengawasan dapat memicu katarak.(Freepik)

PENGGUNAAN obat tetes mata berbahan steroid secara sembarangan dinilai berbahaya karena dapat memicu gangguan serius pada mata, termasuk mempercepat munculnya katarak dan meningkatkan risiko glaukoma.

Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, Amir Shidik, menegaskan obat tetes mata steroid memang kerap memberi efek cepat dalam meredakan keluhan gatal akibat alergi. Namun, di balik efek tersebut, ada risiko jangka panjang yang tidak boleh disepelekan.

Obat steroid memang enak buat mata gatal, tapi bisa bikin glaukoma dan katarak,” ujar Amir dilansir dari Antara, Rabu (8/4).

Katarak sendiri merupakan kondisi ketika lensa mata yang semestinya jernih berubah menjadi keruh sehingga mengganggu penglihatan. Penyakit ini umumnya berkembang perlahan dan sering tidak disadari pada fase awal.

Amir menyoroti anak-anak, terutama yang berusia di bawah 15 tahun, sebagai kelompok yang paling rentan mengalami alergi mata. Pemicu alergi bisa beragam, mulai dari debu, susu, hingga faktor lingkungan.

Menurut dia, keluhan seperti mata gatal dan mata merah sering membuat masyarakat memilih membeli serta menggunakan obat tetes mata sendiri tanpa pemeriksaan dokter. Kebiasaan ini berisiko mendorong penyalahgunaan tetes mata yang mengandung steroid.

Padahal, penggunaan steroid pada mata tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan efek samping serius. Selain meningkatkan tekanan bola mata, obat jenis ini juga dapat mempercepat pembentukan katarak.

“Obat mata steroid itu efek sampingnya tekanan bola mata naik, katarak lebih cepat,” kata Amir.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap sepele keluhan mata merah atau kebiasaan sering mengucek mata, baik pada anak maupun orang dewasa. Pemeriksaan ke dokter mata diperlukan untuk memastikan apakah keluhan dipicu oleh alergi, mata kering, atau masalah lain yang memerlukan penanganan berbeda.

Khusus untuk mata merah, Amir menyarankan agar pasien segera berkonsultasi apabila kondisi tidak membaik dalam waktu satu hingga dua hari.

“Mata merah itu tanda inflamasi. Pada saat itulah kita butuh antibiotik, tapi harus dalam pengawasan dokter,” ujarnya. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya