Kasus Katarak di Indonesia Melonjak, Jangan Dianggap Remeh!

Asha Bening Rembulan
08/4/2026 20:26
Kasus Katarak di Indonesia Melonjak, Jangan Dianggap Remeh!
Dokter Spesialis Mata, Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah, Amir Shidik, di acara temu media di Jakarta Selatan, Rabu (8/4).(MI/Asha Bening Rembulan)

KASUS katarak di Indonesia terus meningkat dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penyakit yang menyebabkan lensa mata keruh ini tidak hanya menurunkan kualitas penglihatan, tetapi juga berisiko menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani.

Dokter Spesialis Mata Subspesialis Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah, Amir Shidik, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase backlog, jumlah kasus jauh melampaui kemampuan penanganan.

“Dengan jumlah operasi saat ini, kita butuh waktu sekitar sebelas tahun untuk menyelesaikan kasus katarak. Itu pun dengan asumsi tidak ada kasus baru,” ujar Amir di Jakarta Selatan, Rabu (8/4).

Akses Terbatas dan Mitos Jadi Penghambat

Tingginya angka katarak di Indonesia dipicu berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan hingga masih kuatnya mitos di masyarakat.

Distribusi dokter spesialis mata dan fasilitas operasi katarak masih terpusat di kota besar. Sementara itu, banyak kasus justru ditemukan di wilayah terpencil yang minim akses medis.

Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang enggan menjalani operasi karena takut atau percaya pada pengobatan alternatif.

“Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan katarak. Obat tetes hanya memperlambat proses, bukan menghilangkan kekeruhan lensa,” tegas Amir.

Padahal, dengan teknologi medis saat ini, operasi katarak tergolong aman, cepat, dan memiliki masa pemulihan yang relatif singkat.

Gejala Katarak yang Sering Diabaikan

Katarak umumnya berkembang perlahan dan sering tidak disadari hingga kondisi memburuk. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Penglihatan berkabut seperti melihat melalui kaca kotor
  2. Silau saat berkendara di malam hari
  3. Warna terlihat pudar atau berubah
  4. Penglihatan buram secara bertahap
  5. Ukuran kacamata sering berubah
  6. Fenomena second sight (penglihatan dekat membaik sementara)
  7. Muncul warna putih pada lensa mata

Seiring bertambahnya usia, risiko katarak juga meningkat signifikan.

Cara Mencegah dan Menekan Risiko

Meski tidak semua kasus dapat dicegah, risiko katarak bisa ditekan dengan langkah sederhana:

“Perlindungan adalah kunci. Gunakan pelindung saat aktivitas luar ruangan dan jangan sembarang menggunakan obat,” tutup Amir. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya