Pelacak Kalori Berbasis WhatsApp Inovasi Tekan Obesitas

Indrastuti
28/4/2026 20:26
Pelacak Kalori Berbasis WhatsApp Inovasi Tekan Obesitas
Ilustrasi(Dok Istimewa)

LAPORAN UNICEF menyebutkan, 1 dari 5 anak sekolah dan 1 dari 3 dewasa kelebihan berat badan. Berdasarkan survei Kemenkes, lebih dari 35% orang dewasa di Indonesia (sekitar 64,4 juta orang) hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju peningkatan obesitas tercepat di dunia. 

Kabar baiknya, kesadaran akan gaya hidup sehat juga mulai tumbuh di Indonesia. Pasar kebugaran digital Tanah Air diproyeksikan melonjak dari US$ 3,8 miliar (2025) menjadi US$ 12,7 miliar (2031).

Salah satu yang menarik minat adalah aplikasi pelacak kalori. Di AS dan Eropa, aplikasi pelacak kalori seperti Lose It! (2 juta pengguna aktif, 45,36 juta kilogram berat badan hilang), Simple Life (7,94 juta kilogram), dan MyFitnessPal (hampir 90,72 juta kilogram) mendominasi pasar.

Sementara itu, di Indonesia, Kalg hadir sebagai pelopor lokal, memanfaatkan dominasi WhatsApp (90% pengguna bulanan, 1 jam 52 menit/hari) untuk revolusi kesehatan tanpa aplikasi baru.

Kalg bukan sekadar calorie tracker biasa. Cukup kirim foto atau deskripsi makanan via WhatsApp—AI kemudian akan hitung kalori akurat dengan database masakan Indonesia seperti rendang, nasi goreng, hingga jajanan pasar. 

"Tantangan utama di Indonesia bukan AI, tapi resistensi unduh app baru. Kami buat Kalg seamless di WhatsApp, platform yang sudah jadi bagian hidup sehari-hari, hampir tanpa beban!" ujar Chandra Ishano, Founder Kalg.

Inovasi lain yang dihadirkan adalah program penurunan berat badan fleksibel tanpa subscription tak berujung. Kalg prediksi durasi tepat—3 bulan untuk target cepat, 6 bulan untuk yang lain—dan berhenti setelah tujuan tercapai. "Kami beri kepastian, bukan komitmen abadi," tambah Luthfi Hariz, Head of Engineering & Product Kalg.

Dengan pendekatan "WhatsApp-heavy" ini, Kalg siap pimpin transisi Indonesia ke gaya hidup sehat, memanfaatkan pasar digital dinamis terbesar dunia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya