Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA dikenal sebagai cara efektif menjaga kesehatan jantung. Namun di sisi lain, aktivitas fisik juga bisa memicu serangan jantung. Itu mengapa sangat penting untuk memahami gejala awal serangan jantung saat berolahraga.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan American College of Cardiology menegaskan, serangan jantung saat olahraga kerap diawali gejala yang dianggap sepele. Padahal, mengenali tanda-tanda ini sejak dini bisa menyelamatkan nyawa.
Gejala paling umum adalah rasa tidak nyaman di dada, tidak selalu nyeri tajam, tapi sering berupa tekanan, rasa penuh, atau seperti diremas di bagian tengah dada.
Banyak orang menganggap ini efek kelelahan setelah olahraga intens. Padahal, ini merupakan tanda klasik serangan jantung yang tidak boleh diabaikan, terutama jika muncul tiba-tiba saat aktivitas berlangsung.
Sesak napas saat olahraga memang normal. Tapi jika napas terasa sangat berat, bahkan saat intensitas belum tinggi, ini bisa jadi tanda masalah pada jantung.
Dalam beberapa kasus, sesak napas muncul lebih dulu sebelum nyeri dada. Kondisi ini sering diabaikan karena dianggap kurang stamina, bukan gangguan serius.
Rasa pusing saat olahraga sering dianggap akibat dehidrasi atau kurang makan. Namun jika disertai sensasi melayang atau hampir pingsan, bisa menandakan aliran darah ke otak terganggu.
Kondisi tersebut bisa terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal saat tubuh membutuhkan suplai oksigen lebih banyak.
Saat olahraga, detak jantung memang meningkat. Namun, jika terasa tidak beraturan, terlalu cepat, atau seperti melompat, namun hal ini patut diwaspadai.
Gejala ini bisa mengarah pada aritmia, yaitu gangguan irama jantung yang dalam kondisi tertentu dapat memicu serangan jantung mendadak.
Tidak semua gejala terpusat di dada. Rasa tidak nyaman juga bisa menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau bahkan perut.
Karena lokasinya tidak spesifik, banyak orang mengira ini hanya pegal biasa akibat olahraga. Padahal, ini merupakan salah satu tanda khas serangan jantung yang sering terlewat.
Pakar kesehatan menekankan pentingnya tidak memaksakan diri saat tubuh sudah menunjukkan tanda bahaya. Menghentikan aktivitas dan mencari bantuan medis secepat mungkin jauh lebih aman daripada menunggu gejala mereda sendiri.
Serangan jantung tidak selalu datang dengan gejala dramatis. Justru dalam banyak kasus, tanda-tandanya halus dan mudah diabaikan. Di sinilah pentingnya kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.
(Centers for Disease Control and Prevention, American College of Cardiology/H-3)
Kabar duka datang dari dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada usia 54 tahun
Olahraga seharusnya memperpanjang usia, bukan mengakhirinya. Mengenali gejala serangan jantung sejak dini adalah kunci keselamatan utama.
Setiap menit keterlambatan dalam menangani sumbatan pembuluh darah berarti semakin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan permanen.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Selama bertahun-tahun, hilangnya kromosom Y pada pria lanjut usia dianggap sebagai bagian biasa dari proses menua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved