Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEDOMAN kesehatan selama ini menekankan prinsip "banyak bergerak, kurangi duduk". Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Heart Journal kini memberikan panduan yang lebih tajam: intensitas latihan Anda ternyata sangat menentukan tingkat perlindungan tubuh terhadap penyakit kronis.
Studi yang menganalisis data dari ratusan ribu partisipan di UK Biobank ini menemukan bahwa aktivitas fisik intensitas tinggi (vigorous activity) dalam jumlah sedikit saja berhubungan erat dengan penurunan risiko delapan jenis penyakit kronis secara signifikan.
Pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen, menyoroti betapa besarnya dampak dari intensitas olahraga ini. Peneliti menemukan bahwa orang yang melakukan aktivitas intensitas tinggi sebanyak minimal 4% dari total aktivitas harian mereka memiliki risiko penyakit yang jauh lebih rendah dibanding mereka yang tidak melakukannya sama sekali.
Hasilnya mencakup penurunan risiko yang luar biasa:
Penurunan signifikan pada risiko penyakit hati berlemak, ginjal kronis, pernapasan, hingga jantung.
"Hasil ini sangat luar biasa. Bayangkan jika seseorang menemukan obat yang bisa mengurangi semua risiko penyakit ini sekaligus, pasti akan sangat populer!" ujar Dr. Wen.
Banyak orang mengira aktivitas intensitas tinggi hanya untuk atlet. Padahal, standarnya sederhana, gunakan "tes bicara". Jika Anda berolahraga hingga terengah-engah dan hanya bisa mengucapkan beberapa kata saja tanpa bisa menyusun kalimat panjang, maka Anda berada di zona intensitas tinggi.
Contoh aktivitasnya meliputi lari, bersepeda cepat, berenang, atau naik tangga dengan terburu-buru. Namun, Dr. Wen menekankan bahwa ini relatif bagi tiap individu. "Bagi sebagian orang, berjalan dengan langkah lebih panjang dan cepat sudah termasuk olahraga berat. Bagi yang sudah bugar, mereka butuh usaha lebih," jelasnya.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran. Manfaat kesehatan ini bisa didapatkan melalui ledakan energi singkat sepanjang hari:
Bagi lansia atau mereka yang memiliki masalah mobilitas, intensitas tinggi tetap bisa dicapai sesuai kemampuan dasar masing-masing. Bahkan gerakan berulang berdiri-duduk dari kursi bagi orang yang jarang berolahraga bisa dianggap sebagai aktivitas intensitas tinggi.
"Pesan utamanya adalah bukan hanya seberapa banyak Anda berolahraga, tetapi seberapa keras Anda memacu diri. Menambahkan sedikit saja intensitas tinggi memberikan manfaat kesehatan yang substansial," pungkas Dr. Wen.
PENTING: Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program latihan baru, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Segera hentikan aktivitas jika merasakan nyeri. (CNN/Z-2)
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang membuktikan bahwa variasi jenis olahraga lebih efektif memperpanjang usia dibandingkan sekadar menambah durasi latihan.
Studi Johns Hopkins mengungkap posisi lengan yang tidak ditopang meja saat cek tekanan darah bisa menaikkan angka tensi hingga 7 mmHg.
Menopause meningkatkan risiko osteoporosis dan penyakit jantung pada perempuan. Pelajari cara menjaga kesehatan tulang dan jantung pasca-menopause di sini.
Teknologi AI dalam dunia medis ini mulai terintegrasi dalam berbagai metode pencitraan jantung dan membawa perubahan besar dalam cara dokter mendiagnosis serta menangani pasien.
OLAHRAGA dikenal sebagai cara efektif menjaga kesehatan jantung. Namun di sisi lain, aktivitas fisik juga bisa memicu serangan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved