Olahraga Intensitas Tinggi Terbukti Ampuh Tekan Risiko 8 Penyakit Kronis

Thalatie K Yani
16/4/2026 09:59
Olahraga Intensitas Tinggi Terbukti Ampuh Tekan Risiko 8 Penyakit Kronis
Ilustrasi(freepik)

PEDOMAN kesehatan selama ini menekankan prinsip "banyak bergerak, kurangi duduk". Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Heart Journal kini memberikan panduan yang lebih tajam: intensitas latihan Anda ternyata sangat menentukan tingkat perlindungan tubuh terhadap penyakit kronis.

Studi yang menganalisis data dari ratusan ribu partisipan di UK Biobank ini menemukan bahwa aktivitas fisik intensitas tinggi (vigorous activity) dalam jumlah sedikit saja berhubungan erat dengan penurunan risiko delapan jenis penyakit kronis secara signifikan.

Temuan yang Menakjubkan

Pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen, menyoroti betapa besarnya dampak dari intensitas olahraga ini. Peneliti menemukan bahwa orang yang melakukan aktivitas intensitas tinggi sebanyak minimal 4% dari total aktivitas harian mereka memiliki risiko penyakit yang jauh lebih rendah dibanding mereka yang tidak melakukannya sama sekali.

Hasilnya mencakup penurunan risiko yang luar biasa:

  • 63% lebih rendah untuk risiko demensia.
  • 60% lebih rendah untuk diabetes tipe 2.
  • 46% lebih rendah untuk risiko kematian akibat penyebab apa pun.

Penurunan signifikan pada risiko penyakit hati berlemak, ginjal kronis, pernapasan, hingga jantung.

"Hasil ini sangat luar biasa. Bayangkan jika seseorang menemukan obat yang bisa mengurangi semua risiko penyakit ini sekaligus, pasti akan sangat populer!" ujar Dr. Wen.

Apa yang Dimaksud Aktivitas "Vigorous"?

Banyak orang mengira aktivitas intensitas tinggi hanya untuk atlet. Padahal, standarnya sederhana, gunakan "tes bicara". Jika Anda berolahraga hingga terengah-engah dan hanya bisa mengucapkan beberapa kata saja tanpa bisa menyusun kalimat panjang, maka Anda berada di zona intensitas tinggi.

Contoh aktivitasnya meliputi lari, bersepeda cepat, berenang, atau naik tangga dengan terburu-buru. Namun, Dr. Wen menekankan bahwa ini relatif bagi tiap individu. "Bagi sebagian orang, berjalan dengan langkah lebih panjang dan cepat sudah termasuk olahraga berat. Bagi yang sudah bugar, mereka butuh usaha lebih," jelasnya.

Tips Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran. Manfaat kesehatan ini bisa didapatkan melalui ledakan energi singkat sepanjang hari:

  • Pilih Tangga: Gunakan tangga daripada lift dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya.
  • Jalan Cepat: Tambahkan kecepatan saat berjalan menuju tempat kerja atau saat membawa belanjaan.
  • Metode Interval: Jika Anda berenang atau jalan santai, selipkan durasi 30 detik hingga 1 menit untuk memacu kecepatan hingga napas terasa memburu, lalu kembali ke tempo normal.

Catatan untuk Lansia dan Kondisi Khusus

Bagi lansia atau mereka yang memiliki masalah mobilitas, intensitas tinggi tetap bisa dicapai sesuai kemampuan dasar masing-masing. Bahkan gerakan berulang berdiri-duduk dari kursi bagi orang yang jarang berolahraga bisa dianggap sebagai aktivitas intensitas tinggi.

"Pesan utamanya adalah bukan hanya seberapa banyak Anda berolahraga, tetapi seberapa keras Anda memacu diri. Menambahkan sedikit saja intensitas tinggi memberikan manfaat kesehatan yang substansial," pungkas Dr. Wen.

PENTING: Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program latihan baru, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Segera hentikan aktivitas jika merasakan nyeri. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya