Jemaah Haji Indonesia di Mekah Dapat Jatah Air Minum 1 Liter per Hari

Akmal Fauzi, Laporan dari Mekah, Arab Saudi
26/4/2026 15:12
Jemaah Haji Indonesia di Mekah Dapat Jatah Air Minum 1 Liter per Hari
Jemaah haji 2026 Indonesia yang telah tiba di Madinah.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah haji 2026 Indonesia akan mendapatkan jatah air minum sebanyak 1 liter setiap harinya selama berada di Mekah. 

Kebijakan ini merupakan langkah preventif pemerintah dalam menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Mengingat suhu udara yang jauh lebih tinggi dibandingkan di tanah air, jemaah memiliki risiko tinggi mengalami dehidrasi jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik.

“Setiap jemaah berhak mendapatkan air minum satu liter per hari per orang. Ini mungkin dalam bentuk botol. Jika habis, pihak hotel akan mengisi kembali,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, Sabtu (25/4).

Ihsan menjelaskan bahwa suhu panas di Arab Saudi sering kali menjadi tantangan bagi jemaah yang belum terbiasa, sehingga mereka lebih cepat merasa haus. Oleh karena itu, penyediaan air minum menjadi prioritas dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah agar ibadah tetap berjalan lancar.

Komitmen ini, lanjut Ihsan, adalah bagian dari layanan optimal Kemenhaj, termasuk dalam hal mitigasi risiko kesehatan yang membutuhkan penanganan medis secara cepat dan tepat.

Fasilitas Hotel Mulai Beroperasi 30 April

Selain menjamin ketersediaan air minum, Ihsan menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia akan menempati akomodasi dengan fasilitas yang nyaman dan lengkap. Hotel-hotel tersebut dijadwalkan mulai menerima kedatangan jemaah pada 30 April 2026, bertepatan dengan dimulainya rangkaian ibadah haji 1447 H/2026 M.

Ihsan memastikan seluruh hotel yang digunakan telah memenuhi standar internasional guna memberikan ketenangan bagi jemaah dalam beribadah.

“Secara umum hotel di Mekah sudah siap untuk ditempati jemaah haji Indonesia,” tegas Ihsan.

Berbagai fasilitas penunjang juga telah disiagakan, mulai dari kamar berstandar hotel berbintang, layanan kebersihan yang intensif, hingga kemudahan akses transportasi menuju Masjidil Haram. Untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi, nantinya setiap kamar akan diisi oleh tiga hingga empat orang jemaah. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya