Kemenhaj Siapkan 177 Hotel di Mekah, Jemaah Ditempatkan Berdasarkan Embarkasi

Ficky Ramadhan
26/4/2026 13:55
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel di Mekah, Jemaah Ditempatkan Berdasarkan Embarkasi
Umat Islam melakukan tawaf di Masjidil Haram.(Dok. Antara)

PENYELENGGARAAN haji 2026  memasuki tahap pematangan layanan, termasuk penyiapan akomodasi bagi jemaah haji 2026 Indonesia di Mekah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah memetakan lokasi pemondokan jemaah ke dalam lima kawasan utama yang dinilai strategis.

Kelima wilayah tersebut meliputi Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Seluruhnya kemudian dibagi ke dalam sepuluh sektor operasional guna mempermudah pengelolaan layanan di lapangan.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah, Ihsan Faisal menyampaikan bahwa penempatan jemaah dilakukan berdasarkan embarkasi, dengan mempertimbangkan kapasitas hotel yang tersedia di masing-masing sektor. Total terdapat 177 hotel yang telah disiapkan untuk menampung jemaah haji Indonesi

"Kelima wilayah tadi terbagi menjadi 10 sektor, yang masing-masing menaungi berbagai jemaah berbasis embarkasi," kata Ihsan dalam keterangannya, Minggu (26/4).

Secara rinci, sektor 1 menjadi wilayah dengan jumlah hotel terbanyak, yakni 32 hotel dengan kode 101 hingga 132. Sementara sektor 2 mencakup 22 hotel yang berada di kawasan Syisyah dan relatif dekat dengan pusat kota.

Sektor 3 dan sektor 4 masing-masing memiliki 19 dan 23 hotel, yang tersebar di perbatasan wilayah Syisyah dan Raudhah. Adapun sektor 5 terdiri dari 18 hotel yang seluruhnya berada di Syisyah.

Untuk wilayah Jarwal, layanan akomodasi berada di sektor 6 dengan 13 hotel. Sementara kawasan Misfalah mencakup tiga sektor sekaligus, yakni sektor 7 dengan 17 hotel, sektor 8 dengan 13 hotel, dan sektor 9 dengan 19 hotel.

Sektor 10 menjadi yang paling unik karena hanya terdiri dari satu hotel di kawasan Aziziyah. Meski demikian, hotel tersebut memiliki kapasitas sangat besar, mampu menampung lebih dari 21.500 jemaah.

Selain pembagian wilayah, Kemenhaj juga menerapkan sistem penomoran hotel untuk memudahkan identifikasi lokasi. Ihsan menjelaskan bahwa kode hotel disusun berdasarkan sektor dan urutan hotel di dalamnya.

"Melalui skema ini, diharapkan proses koordinasi antarpetugas, terutama dalam penyediaan layanan katering dan kesehatan, dapat berjalan lebih efektif dan terarah selama masa operasional haji di Mekah," tuturnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya