Madinah Diterpa Cuaca Panas, Pemerintah Imbau Jemaah Haji 2026 Jaga Stamina

Putri Rosmalia Octaviyani
24/4/2026 16:21
Madinah Diterpa Cuaca Panas, Pemerintah Imbau Jemaah Haji 2026 Jaga Stamina
Keberangkatan jemaah calon haji 2026 di Palembang.(Dok. Antara)

PEMERINTAH melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) mengeluarkan imbauan penting bagi jemaah haji 2026 Indonesia yang telah tiba di Madinah, Arab Saudi. Mengingat kondisi cuaca panas yang mulai menyengat, jemaah haji 2026 diminta untuk memprioritaskan kesehatan dan menjaga stamina selama menjalankan ibadah.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengungkapkan bahwa suhu di Madinah diperkirakan mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan rendah, yakni sekitar 25 persen. Kondisi ini menuntut jemaah untuk lebih waspada terhadap risiko dehidrasi dan kelelahan fisik.

“Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” ujar Ichsan Marsha di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Data Operasional Haji 2-26 Hari Keempat

Hingga hari keempat operasional pemberangkatan, tercatat dinamika pergerakan jemaah sebagai berikut:

  • Total Keberangkatan: 15.349 orang dari 40 kelompok terbang (kloter).
  • Tiba di Madinah: 9.884 orang yang tergabung dalam 25 kloter.

Terkait kondisi kesehatan, Ichsan memaparkan bahwa terdapat 93 jemaah yang menjalani rawat jalan. Selain itu, dua orang harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan satu orang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Evaluasi Layanan dan Kebijakan Ramah Lansia

Sebagai langkah preventif menjaga kebugaran jemaah sebelum terbang, Kemenhaj memberikan instruksi tegas kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di setiap embarkasi. Kegiatan seremonial saat pelepasan jemaah haji 2026 diminta untuk diminimalisasi agar tidak menguras energi jamaah calon haji.

“Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” tambah Ichsan.

Pemerintah juga menegaskan kembali komitmennya dalam menghadirkan layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan negara untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan ibadah haji dengan fasilitas yang memadai dan inklusif.

Bagi keluarga jemaah di tanah air, diimbau untuk terus memantau perkembangan kesehatan anggota keluarganya melalui kanal resmi pemerintah dan tetap menjalin komunikasi guna memberikan dukungan moril selama masa operasional haji 2026 berlangsung. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya