Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 700 tenaga pendukung yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di kawasan Timur Tengah serta warga mukimin di Arab Saudi mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary menjelaskan bahwa para tenaga pendukung tersebut akan ditempatkan di berbagai sektor layanan haji. Penugasan mereka mencakup layanan akomodasi, konsumsi, hingga transportasi. Selain itu, mereka juga berperan sebagai penerjemah serta penghubung komunikasi dalam berbagai layanan teknis bagi jemaah haji Indonesia.
"Mereka juga akan bertugas di sekitar wilayah Markaziah untuk memantau jika ada jemaah yang tersesat atau membutuhkan bantuan di jalan," kata Yusron, dikutip Selasa (28/4).
Menurutnya, keberadaan mahasiswa dan mukimin sangat krusial dalam operasional layanan haji, terutama karena sebagian besar dari mereka memiliki kemampuan bahasa Arab yang memadai. Hal ini dinilai dapat memperlancar koordinasi dan komunikasi di lapangan.
Yusron juga menekankan tiga prinsip utama yang harus dipegang oleh para tenaga pendukung. Pertama, menjalankan tanggung jawab pelayanan kepada jemaah dengan sepenuh hati. Kedua, memiliki kesiapan untuk bekerja keras dalam berbagai kondisi di lapangan. Ketiga, membangun kerja sama tim yang solid antarpetugas.
"Saya tidak percaya dengan istilah superman, yang ada adalah super tim. Kekompakan menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi yang juga Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenhaj, Budi Agung Nugroho menegaskan bahwa seluruh tugas yang dijalankan petugas haji merupakan bagian dari ibadah.
"Segala bentuk pelayanan yang memudahkan jemaah dalam beribadah akan bernilai ibadah. Bahkan hal sederhana seperti mengantar makanan, menunjukkan arah, atau membantu jemaah ke klinik tetap bernilai pahala," kata Budi.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh PPIH maupun pemerintah Arab Saudi. Para petugas diwajibkan memiliki dokumen resmi seperti tasreh, visa haji, serta menggunakan aplikasi Nusuk selama bertugas.
"Hari ini kita datang ke Makkah wajib memiliki tasreh, wajib memiliki visa haji, wajib memiliki nusuk. Maka patuhi itu Itu adalah bagian dari kita mentaati ulil amri," tuturnya. (H-2)
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
Menag mengingatkan pentingnya memahami budaya dan aturan negara tujuan, menjaga fokus selama bertugas, serta memberikan pelayanan maksimal, terutama kepada jemaah lansia.
Petugas juga terus mematangkan berbagai skema pelayanan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemetaan data, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia menerapkan buddy system minimal tiga orang saat beraktivitas di Makkah demi keamanan dan keselamatan.
Cuaca panas ekstrem di Mekah jadi ancaman serius bagi jemaah haji. Petugas imbau tidak memforsir ibadah, jaga istirahat dan cairan demi hindari heat stroke.
PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan bahwa layanan transportasi Bus Shalawat haji 2026 adalah fasilitas yang sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah.
Pengaturan rombongan jemaah haji sejak bandara Madinah terbukti mempercepat mobilisasi ke hotel. Sistem ini juga membuat perjalanan lebih tertib dan nyaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved