IDAI Imbau Anak Tetap di Dalam Ruangan Hadapi El Nino Godzilla 2026

Basuki Eka Purnama
19/4/2026 09:11
IDAI Imbau Anak Tetap di Dalam Ruangan Hadapi El Nino Godzilla 2026
Ilustrasi(Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan penting bagi para orangtua di tengah ancaman fenomena alam El Nino "Godzilla" yang diprediksi melanda Indonesia pada 2026. Anak-anak disarankan untuk lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan guna menghindari dampak buruk cuaca ekstrem.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang ekstrem, baik panas menyengat maupun curah hujan tinggi, sangat memengaruhi fisik anak.

"Secara umum, mungkin sebaiknya anak-anak banyak di dalam ruangan. Adaptasi terhadap lingkungan ekstrem ini butuh tenaga yang tinggi, sehingga anak-anak cenderung lebih cepat lelah," ujar Piprim dalam sebuah temu media di Jakarta, dikutip Minggu (19/4).

Risiko Kesehatan dan Pentingnya Nutrisi

Cuaca ekstrem akibat kemarau berkepanjangan berisiko melemahkan daya tahan tubuh anak. Berada di dalam ruangan dinilai sebagai langkah preventif yang efektif agar orang tua dapat melakukan pengawasan lebih ketat dan menjauhkan anak dari berbagai risiko penyakit.

Selain perlindungan fisik, IDAI menekankan pentingnya asupan nutrisi untuk memperkuat imunitas dari dalam. Orang tua dianjurkan memberikan makanan kaya protein hewani agar kondisi fisik anak tetap bugar (fit) menghadapi perubahan iklim.

Aspek Perlindungan Rekomendasi IDAI
Aktivitas Prioritaskan kegiatan di dalam ruangan (indoor).
Nutrisi Utama Protein hewani: Ayam, daging, telur, ikan, dan hati ayam.
Proteksi Luar Gunakan sunblock, pakaian tertutup, dan pelindung mata saat berjemur.
Perlengkapan Sediakan payung atau jas hujan jika terpaksa keluar rumah.

Mengenal Fenomena El Nino "Godzilla"

Istilah "Godzilla" pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan NASA, Bill Patzert, pada 2015 untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat. Di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggunakan istilah ini untuk memprediksi musim kemarau yang lebih panjang, kering, dan minim awan hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi iklim 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebutkan adanya potensi fase El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua tahun 2026 dengan peluang mencapai 80 persen.

Wilayah Potensi Dampak Cuaca 2026
Indonesia Bagian Selatan Kekeringan ekstrem dan minim curah hujan.
Timur Laut (Sulawesi, Maluku, Halmahera) Potensi banjir akibat anomali cuaca.
Nasional (Umum) Kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.

BMKG mengingatkan masyarakat bahwa meskipun El Nino dan kemarau adalah dua fenomena berbeda, kombinasi keduanya akan membuat curah hujan berkurang drastis. Mitigasi sejak dini, baik dari sisi kesehatan keluarga maupun kesiapan infrastruktur, menjadi kunci dalam menghadapi fenomena alam ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya