Pemprov Jambi Gandeng APHI Perkuat Mitigasi Karhutla

Andhika Prasetyo
17/4/2026 08:21
Pemprov Jambi Gandeng APHI Perkuat Mitigasi Karhutla
Ketua Umum APHI Soewarso (kanan) berbincang dengan Gubernur Jambi Al Haris (kiri).(Antara)

Pemerintah daerah dan pelaku usaha kehutanan memperkuat kolaborasi untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis hutan yang lebih berkelanjutan di tengah ancaman perubahan iklim. Pemerintah Provinsi Jambi bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) meningkatkan sinergi strategis dalam pencegahan karhutla dan pengembangan Multiusaha Kehutanan (MUK) berbasis lanskap serta kemitraan masyarakat.

Penguatan kerja sama ini dinilai krusial seiring meningkatnya risiko kebakaran akibat dinamika iklim, termasuk potensi musim kering ekstrem. Upaya yang ditempuh mencakup kebijakan penyiapan lahan tanpa bakar, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengapresiasi dukungan APHI dan pelaku usaha dalam pencegahan karhutla yang menjadi isu strategis di daerah.

“Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik dukungan APHI dan para pelaku usaha kehutanan dalam upaya pencegahan karhutla. Sinergi ini sangat penting untuk memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan lebih efektif di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan kebijakan penyiapan lahan tanpa bakar sebagai bagian dari strategi preventif. Dalam hal ini, pelaku usaha diharapkan dapat menghadirkan praktik terbaik yang dapat direplikasi oleh masyarakat.

Selain itu, kemitraan dengan masyarakat disebut menjadi kunci dalam pengendalian karhutla, mengingat peran mereka sebagai pihak terdepan dalam pengelolaan lahan. Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan MUK berbasis lanskap melalui komoditas unggulan seperti vanila sebagai alternatif ekonomi berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum APHI, Soewarso, menegaskan komitmen sektor usaha kehutanan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi potensi fenomena El Niño yang berisiko meningkatkan karhutla.

“Menghadapi potensi El Nino yang ekstrem, APHI dan seluruh pelaku usaha kehutanan berkomitmen untuk mendukung penuh upaya pemerintah dalam pencegahan karhutla, khususnya di Provinsi Jambi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Multiusaha Kehutanan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam penyelesaian konflik tenurial serta mitigasi risiko karhutla melalui pengelolaan lahan yang lebih produktif. Pendekatan lanskap yang diusulkan APHI bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, sehingga upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Andri Yushar Andria dan Kepala BPBD Jambi Bachyuni Deliansyah, guna membahas penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau mendatang. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya