Waspada Modus Penipuan Validasi Data, Kemenhaj Minta Jemaah Lindungi Data Pribadi

Ficky Ramadhan
08/4/2026 13:49
Waspada Modus Penipuan Validasi Data, Kemenhaj Minta Jemaah Lindungi Data Pribadi
Ilustrasi para calon jemaah haji.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mengeluarkan imbauan resmi terkait meningkatnya praktik penipuan yang menargetkan calon jemaah haji. Modus yang digunakan pelaku umumnya memanfaatkan komunikasi melalui telepon maupun pesan singkat dengan alasan verifikasi atau pembaruan data.

Kepala Pusdatin Kemenhaj, Farosa menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pencegahan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan data pribadi.

"Materi ini disusun sebagai upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk penipuan hingga pengajuan pinjaman online secara ilegal," kata Farosa dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Berdasarkan temuan yang dihimpun, terdapat sejumlah pola penipuan yang kerap dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Di antaranya, pelaku menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp, mengaku sebagai petugas resmi Kementerian Haji dan Umrah, serta meminta pembaruan data pribadi.

Selain itu, muncul pula modus baru berupa permintaan video call dengan dalih perekaman wajah untuk keperluan validasi data. Praktik ini dinilai berisiko tinggi karena dapat disalahgunakan untuk kepentingan ilegal.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Haji dan Umrah mengampanyekan slogan #DataAmanIbadahNyaman dan mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan cara memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi kementerian, menghindari tautan mencurigakan yang tidak jelas sumbernya, dan tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

Farosa juga menegaskan bahwa masyarakat yang menerima komunikasi mencurigakan diharapkan segera melakukan verifikasi atau melaporkan melalui akun resmi kementerian maupun kantor wilayah terdekat.

"Masyarakat yang menerima komunikasi mencurigakan diminta untuk segera melapor atau melakukan verifikasi melalui akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah atau mendatangi kantor wilayah kementerian terdekat," pungkasnya.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya