Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IBADAH haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan fisik. Rangkaian prosesi seperti tawaf (mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali) dan sai (berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali) menuntut stamina yang prima dari setiap jemaah.
Mengingat beratnya aktivitas fisik di Tanah Suci, calon jemaah haji sangat disarankan untuk melakukan persiapan matang jauh-jauh hari. Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Faletehan Serang, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menekankan bahwa kunci kelancaran ibadah adalah ketahanan tubuh.
"Kalau kita lihat, kegiatan saat haji itu lebih banyak berjalan. Jadi stamina harus kuat," ujar Rita, dikutip Rabu (8/4).
Rita menyarankan agar calon jemaah mulai menerapkan pola hidup sehat setidaknya satu bulan sebelum jadwal keberangkatan ke Arab Saudi. Waktu satu bulan dinilai cukup untuk melatih tubuh agar terbiasa dengan ritme aktivitas yang padat.
Latihan fisik yang dianjurkan meliputi aktivitas rutin seperti jalan kaki pada pagi atau sore hari. Selain itu, latihan ketahanan sangat penting untuk memperpanjang napas dan meningkatkan kekuatan jantung.
| Jenis Latihan | Manfaat Utama |
|---|---|
| Jalan Kaki Rutin | Membiasakan kaki untuk mobilitas tinggi saat tawaf dan sai. |
| Berenang / Bersepeda | Meningkatkan ketahanan (endurance) tubuh secara keseluruhan. |
| Treadmill | Melatih konsistensi langkah dan pernapasan. |
| Senam Pernapasan | Membantu mengatur napas agar lebih panjang dan tidak mudah lelah. |
Selain olahraga, pengaturan nutrisi memegang peranan vital. Rita menyarankan calon jemaah untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan pola frekuensi yang lebih sering namun dalam porsi kecil.
"Pagi, siang, malam, lalu ada selingan," jelasnya. Pola ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan energi sepanjang hari tanpa membebani sistem pencernaan secara berlebihan.
Sebagai langkah preventif terakhir, pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) wajib dilakukan sebelum berangkat. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya risiko kesehatan yang mungkin timbul selama di Tanah Suci.
"Kalau ada hasil yang tidak baik, segera dikonsultasikan ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat," pungkas Rita. Dengan persiapan fisik, nutrisi, dan pemantauan medis yang baik, diharapkan jemaah dapat menunaikan seluruh rukun haji dengan sempurna dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
IU kembali mencuri perhatian usai mengungkap pola makan ringannya di YouTube. Penyanyi dan aktris itu mengaku hanya makan apel dan blueberry.
Tinggi badan anak dipengaruhi banyak faktor selain genetik, seperti gizi, tidur cukup, dan olahraga. Pelajari cara mendukung pertumbuhannya dengan tepat!
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis menyarankan calon jamaah haji menjaga pola makan dan hidrasi sejak sebulan sebelum berangkat demi stamina optimal.
Lansia yang paling disiplin menjalankan diet MIND mengalami perubahan otak yang setara dengan penundaan penuaan selama 2,5 tahun dibandingkan mereka yang tidak.
Studi terbaru ungkap diet MIND bisa memperlambat penuaan otak hingga 2,5 tahun. Tapi benarkah efeknya sebesar itu? Simak faktanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved