Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGI badan anak bukan hanya ditentukan oleh faktor genetik dari orang tua. Meskipun faktor keturunan memainkan peran penting, ada beberapa aspek lain yang jauh lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi badan anak. Pemenuhan gizi seimbang, tidur yang cukup, dan aktivitas fisik yang teratur menjadi kunci utama untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Menurut Jose R.L. Batubara, seorang dokter spesialis dari Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, faktor-faktor yang memengaruhi tinggi badan anak jauh lebih luas daripada sekadar warisan genetik. "Bukan berarti jika orang tua pendek, anaknya pasti pendek. Banyak faktor lain yang berperan, seperti pola makan, kesehatan, vaksinasi, dan lingkungan," ujar Dr. Jose dalam diskusi daring yang berlangsung pada Selasa (14/4).
Kecukupan nutrisi menjadi fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan anak. Anak memerlukan asupan kalori yang cukup, protein dari sumber hewani, serta kalsium dan vitamin D untuk mendukung pembentukan tulang. Susu, sebagai sumber kalsium, memiliki peran krusial dalam proses ini. Di sisi lain, vitamin D sangat penting untuk membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih optimal.
Kualitas tidur yang baik juga berperan signifikan dalam pertumbuhan tinggi badan. Jose menekankan bahwa hormon pertumbuhan diproduksi secara maksimal ketika anak berada dalam fase tidur nyenyak. "Anak membutuhkan tidur minimal delapan jam setiap malam. Pada saat tidur dalam fase deep sleep, hormon pertumbuhan bekerja secara optimal," tuturnya.
Selain asupan gizi dan tidur yang cukup, aktivitas fisik juga penting untuk mendukung pertumbuhan anak. Olahraga seperti berenang, berlari, atau permainan aktif lainnya dapat merangsang produksi hormon pertumbuhan dan mendukung tumbuh kembang secara keseluruhan. Ini adalah cara yang efektif untuk mendukung tinggi badan anak.
Jose juga mengingatkan orang tua untuk lebih fokus pada keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan melalui perhitungan indeks massa tubuh (IMT). Asupan karbohidrat berlebihan yang tidak seimbang dengan asupan protein dapat menyebabkan kelebihan berat badan tanpa meningkatkan tinggi badan secara optimal.
"Jika anak mengonsumsi terlalu banyak kalori dari karbohidrat tanpa cukup protein, bisa jadi anak akan gemuk tanpa pertumbuhan tinggi yang optimal," ungkapnya.
Meskipun tinggi badan anak dapat diperkirakan berdasarkan tinggi badan orang tua, banyak faktor lain yang turut memengaruhi selama masa pertumbuhan. Oleh karena itu, Jose mengingatkan orang tua untuk secara rutin memantau perkembangan tinggi badan anak dan memastikan bahwa pola hidup sehat diterapkan dengan baik.
"Anak bisa tumbuh dengan normal, memiliki keseimbangan emosional, hormon, dan genetik yang baik. Orang tua memiliki peran besar dalam memastikan hal itu. Kurva pertumbuhan adalah alat yang akurat untuk memantau pertumbuhan anak," jelasnya. (Z_10)
Salah satu jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak adalah tumor Wilms atau nephroblastoma.
Peneliti menemukan genetik menentukan 55% rentang hidup manusia. Benarkah gaya hidup sehat hanya bisa menambah usia sebanyak 5 tahun? Simak penjelasannya.
FAKTOR genetik sangat mempengaruhi masa kehamilan ibu. Ibu hamil bisa jadi tidak merasakan apa-apa, atau mengalami mual yang biasa disebut morning sickness, hingga mengalami preeklamsia.
Salah satu penyebab sakit jantung bisa karena gaya hidup atau faktor genetik
Kecerdasan anak kerap diasosiasikan dengan faktor genetik, padahal para ahli menyatakan bahwa peran nutrisi juga memiliki peran sangat signifikan.
NASI dituding sebagai biang kerok perut buncit. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Profesor Ali Khomsan menilai anggapan tersebut lahir akibat kurangnya pemahaman soal gizi seimbang
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Hati-hati, kenyang karena takjil berisiko picu kekurangan protein saat puasa. Simak penjelasan ahli gizi Dr. Rita Ramayulis tentang pola makan sehat.
Tren fibermaxxing atau konsumsi serat berlebihan picu masalah pencernaan dan defisit nutrisi. Simak takaran serat harian ideal menurut ahli gizi di sini.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved