Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memperingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026 makin serius. Peringatan ini muncul setelah jumlah titik panas dan luas lahan terbakar melonjak tajam sejak awal tahun.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Indonesia kini memasuki fase krusial dalam pengendalian karhutla. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla 2026, Selasa (7/4).
“Hingga 5 April 2026, tercatat 700 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Jumlah itu meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 262 titik,” ujar Hanif.
Lonjakan juga terjadi pada luas kebakaran hutan dan lahan. Hingga akhir Februari 2026, area terbakar mencapai 32.637 hektare, melonjak sekitar 20 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 1.617 hektare.
Menurut Hanif, data tersebut menjadi sinyal kuat bahwa upaya pencegahan harus diperketat sejak dini, terutama menjelang musim kemarau.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi karhutla diperkirakan mulai meningkat pada Juli dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Wilayah rawan meliputi Sumatra, Kalimantan, dan Papua bagian selatan.
Hanif menegaskan, ancaman karhutla tidak hanya dipicu faktor cuaca. Aktivitas manusia juga berperan besar, mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar hingga pengelolaan gambut yang tidak berkelanjutan.
“Faktor alam seperti El Nino dan kondisi cuaca ekstrem turut memperparah situasi,” kata Hanif.
Karhutla bukan hanya memicu kerusakan lingkungan, tetapi juga menjadi penyumbang besar emisi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global. Dampaknya meluas, dari gangguan kesehatan akibat asap, rusaknya keanekaragaman hayati, hingga kerugian ekonomi yang mencapai triliunan rupiah.
Di sisi lain, Indonesia telah berkomitmen menurunkan emisi sebesar 31,89 persen pada 2030 dan mencapai net zero emission pada 2060. Karena itu, pengendalian karhutla menjadi bagian penting dalam agenda iklim nasional.
Hingga kini, baru dua provinsi yang menetapkan status siaga darurat karhutla, yakni Riau dan Kalimantan Barat. Pemerintah pusat mendorong daerah rawan lainnya segera mengambil langkah serupa agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Hanif menekankan, penetapan status siaga darurat menjadi kunci agar dukungan pemerintah pusat dapat segera digerakkan.
Ia meminta seluruh kepala daerah di wilayah rawan segera mengambil langkah konkret, mulai dari memperkuat pencegahan, meningkatkan patroli dan pengecekan titik panas, hingga memastikan kesiapan sumber daya manusia, sarana, dan anggaran.
Selain itu, Hanif juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
“Kita harus bergerak cepat, terstruktur, dan tanpa kompromi. Ini soal nyawa, lingkungan, dan masa depan negara,” tegasnya. (Z-10)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Daftar daerah di Indonesia yang rawan karhutla 2026 akibat fenomena Godzilla El Nino. Simak pemetaan wilayah merah dan langkah mitigasinya.
Fenomena Godzilla El Nino mengancam peningkatan risiko karhutla di Indonesia tahun 2026. Simak penjelasan dan langkah antisipasinya.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved