Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH resmi mengimplementasikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) per 28 Maret 2026. Regulasi ini menjadi instrumen hukum utama untuk melindungi anak dan remaja Indonesia dari paparan konten digital yang tidak sesuai dengan perkembangan psikologis mereka.
Namun, efektivitas PP TUNAS kini membentur tantangan besar: rendahnya literasi digital masyarakat. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembatasan akses saja tidak cukup.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Salah satu isu krusial di lapangan adalah fenomena anak-anak yang menggunakan identitas orangtua untuk mengakses layanan digital atau melakukan transaksi daring. Tanpa pemahaman orangtua yang mumpuni, kebijakan pembatasan usia berisiko menjadi tidak relevan.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menilai kebijakan ini berisiko menjadi solusi semu jika tidak menyentuh akar persoalan.
"Masalah utama terletak pada kegagalan membangun ekosistem digital yang aman serta pendidikan karakter di era disrupsi," ujar Ubaid.
Senada dengan itu, pengamat siber dari CISSReC, Pratama Persadha, menekankan bahwa regulasi harus menyentuh dimensi keamanan siber dan infrastruktur verifikasi identitas.
Menurutnya, efektivitas kebijakan sangat bergantung pada kemampuan sistem melakukan verifikasi usia secara akurat serta kepatuhan platform terhadap aturan nasional.
“Dari sisi teknis keamanan siber, implementasi kebijakan ini sebagai langkah yang cukup menantang untuk diterapkan secara efektif,” ujar Pratama.
Dari perspektif psikologis, Associate Professor Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana, Setiawati Intan Savitri, menilai batas usia 16 tahun dalam regulasi ini memiliki landasan kuat. Namun, ia menekankan bahwa solusi terbaik adalah transisi dari regulasi eksternal pemerintah menuju regulasi internal atau kontrol diri anak.
Dalam hal ini, peran orangtua dianggap lebih vital dibandingkan negara sebagai aktor utama. Intan menegaskan bahwa kesadaran anak harus dibangun melalui pola asuh yang tepat.
“Dan penerapan aturan tersebut harus melalui dan didahului komunikasi orang tua anak atau parenting autoritative yang baik, konsisten dan bertahap,” tutup Intan. (Z-1)
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Perlunya pengawasan orang tua, kesehatan, serta literasi digital anak di era teknologi.
Studi terbaru mengungkap menurunnya penggunaan internet pada lansia bukan sekadar masalah fisik, melainkan pilihan sadar dan faktor kognitif.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
Dari sekadar mengunggah foto, Mama Redha bahkan kini menjual hasil tangkapan laut melalui TikTok Live, dan aktif sebagai streamer.
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved