Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH resmi mengaktifkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) mulai Sabtu (28/3). Regulasi ini menjadi sinyal keras, tidak ada lagi ruang kompromi bagi platform digital yang lalai menjaga keamanan anak.
Di tengah lonjakan paparan digital pada anak, negara mengambil posisi tegas. Namun, DPR mengingatkan bahwa regulasi tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif keluarga.
Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan sekadar tanggung jawab pemerintah atau industri teknologi semata.
“Ini bukan lagi pilihan kebijakan, tapi kebutuhan mendesak. Negara sudah hadir, sekarang semua pihak harus bergerak,” ujar Lestari, yang akrab disapa Rerie, Minggu (29/3).
Urgensi itu diperkuat oleh data yang mengkhawatirkan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat, 9 dari 10 anak usia di atas 5 tahun telah terhubung ke internet.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Ditjen Wasdigi) mencatat lonjakan kasus pornografi anak hampir 48% dalam empat tahun, dari 986.648 kasus pada 2020 menjadi 1.450.403 kasus pada 2024.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa ruang digital bukan lagi sekadar sarana belajar dan hiburan, tetapi juga medan risiko yang nyata bagi tumbuh kembang anak.
Rerie menilai, PP Tunas hanyalah fondasi. Tanpa literasi digital yang kuat di tingkat keluarga, ancaman akan tetap sulit dikendalikan.
“Orangtua tidak bisa lagi pasif. Pendampingan harus jadi kebiasaan. Sekolah dan lingkungan juga harus ikut ambil peran. Kalau tidak, kita sedang membiarkan ancaman itu tumbuh,” tegasnya.
Menurut politisi Partai NasDem itu, perlindungan anak di dunia digital adalah investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang. Ketegasan regulasi harus dibarengi konsistensi pengawasan dan kesadaran kolektif.
“Tidak boleh ada sikap abai. Kita butuh langkah tegas dan tanggung jawab bersama untuk memastikan ruang digital aman. Ini soal masa depan bangsa,” pungkasnya. (Z-10)
Puncak Festival Literasi Batam #1 sukses digelar di Universitas Universal, melibatkan 272 sekolah dan menghasilkan 404 proyek literasi inovatif.
Festival Literasi Anak Rimba Kata 2026 mendorong kolaborasi penulis dan penerbit untuk ubah pola pikir membaca jadi aktivitas rekreatif keluarga.
Kisah Quinn Salman membuktikan bahwa membaca buku bisa jadi kunci kreativitas. Dari buku, ia menciptakan lagu dan karya sejak kecil.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dorong peningkatan literasi nasional manfaatkan tingginya minat baca Gen Z berdasarkan riset Jakpat 2025.
Program dirancang tidak hanya untuk mendukung pendidikan anak-anak pesisir.
WAKIL Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan peran strategis pengelola perpustakaan di Sekolah Rakyat dalam membentuk budaya literasi siswa.
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Guru daycare diharapkan memiliki kompetensi pemenuhan kesehatan anak, termasuk apabila terjadi kecelakaan seperti tersedak, tersetrum, dan sebagainya.
Wihaji menekankan bahwa setiap daycare yang masuk dalam binaan pemerintah harus melalui proses seleksi ketat.
Plan Indonesia PIA Nagekeo gelar pelatihan penguatan perlindungan anak & perempuan guna implementasi Permendikdasmen No 6/2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KPAI menilai kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta berlangsung sistematis dan masif. Desak penyelidikan hingga ke pemilik yayasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved