Quinn Salman Bongkar Rahasia: Buku Bisa Jadi Lagu

Intan Safitri
23/4/2026 19:26
Quinn Salman Bongkar Rahasia: Buku Bisa Jadi Lagu
Quinn Salman saat menceritakan pengalaman nya membaca sejak kecil di Gramedia Emerald Bintaro pada Kamis (24/4/2026).(MI/Intan Safitri)

MUSISI muda sekaligus pengisi suara, Quinn Salman, membuktikan bahwa membaca buku bukan sekadar hobi—melainkan fondasi utama kreativitasnya dalam berkarya.

Hal ini ia bagikan dalam Festival Literasi Anak “Rimba Kata” di Gramedia Emerald. Di sana, Quinn mengungkap bagaimana kebiasaan membaca sejak kecil membentuk cara berpikir dan imajinasinya hingga hari ini.

Dari Buku ke Lagu

Bagi peraih AMI Award ini, buku adalah sumber ide tanpa batas. Bahkan, lagu pertamanya berjudul “Main di Laut” lahir dari buku yang ia baca tentang dunia kelautan.

“Waktu itu aku lagi baca buku tentang laut, terus kepikiran, seru juga kalau dijadiin lagu. Dari situ lahir ‘Main di Laut’,” ujar Quinn.

Ia mengaku, banyak diksi puitis dalam lagunya juga berasal dari bacaan yang ia konsumsi.

“Kadang kata-kata di lagu itu aku dapetin dari buku. Rasanya jadi lebih imajinatif setelah banyak baca,” tambahnya.

Membaca Bukan Kewajiban, Tapi Hiburan

Di tengah derasnya konten digital, Quinn punya sudut pandang berbeda. Ia tidak melihat membaca sebagai kewajiban akademis, tapi sebagai bentuk hiburan dan self-reward.

Menurutnya, kunci agar suka membaca adalah menemukan genre yang tepat.

“Buku itu harusnya jadi sesuatu yang bikin senang. Kalau mau mulai, coba eksplor dulu sampai nemu yang cocok,” jelasnya.

Beberapa buku favoritnya antara lain Hujan karya Tere Liye dan seri Narnia.

Kebiasaan Kecil yang Jadi Fondasi Besar

Minat baca Quinn tidak datang begitu saja. Sejak usia delapan tahun, orang tuanya rutin mengenalkan buku—bahkan lewat cara sederhana seperti unboxing buku hasil belanja di bazar.

Tak hanya itu, Quinn juga punya kebiasaan unik: membacakan cerita untuk boneka sebelum tidur. Aktivitas sederhana ini justru memperkuat kedekatannya dengan buku sejak kecil.

“Bertumbuh lewat buku itu menyenangkan banget, apalagi aku didukung orang tua dari kecil,” ungkapnya.

Kisah Quinn menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya soal pintar, tapi juga bisa menjadi pintu menuju kreativitas dan karya nyata.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya