Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI muda sekaligus pengisi suara, Quinn Salman, membuktikan bahwa membaca buku bukan sekadar hobi—melainkan fondasi utama kreativitasnya dalam berkarya.
Hal ini ia bagikan dalam Festival Literasi Anak “Rimba Kata” di Gramedia Emerald. Di sana, Quinn mengungkap bagaimana kebiasaan membaca sejak kecil membentuk cara berpikir dan imajinasinya hingga hari ini.
Dari Buku ke Lagu
Bagi peraih AMI Award ini, buku adalah sumber ide tanpa batas. Bahkan, lagu pertamanya berjudul “Main di Laut” lahir dari buku yang ia baca tentang dunia kelautan.
“Waktu itu aku lagi baca buku tentang laut, terus kepikiran, seru juga kalau dijadiin lagu. Dari situ lahir ‘Main di Laut’,” ujar Quinn.
Ia mengaku, banyak diksi puitis dalam lagunya juga berasal dari bacaan yang ia konsumsi.
“Kadang kata-kata di lagu itu aku dapetin dari buku. Rasanya jadi lebih imajinatif setelah banyak baca,” tambahnya.
Membaca Bukan Kewajiban, Tapi Hiburan
Di tengah derasnya konten digital, Quinn punya sudut pandang berbeda. Ia tidak melihat membaca sebagai kewajiban akademis, tapi sebagai bentuk hiburan dan self-reward.
Menurutnya, kunci agar suka membaca adalah menemukan genre yang tepat.
“Buku itu harusnya jadi sesuatu yang bikin senang. Kalau mau mulai, coba eksplor dulu sampai nemu yang cocok,” jelasnya.
Beberapa buku favoritnya antara lain Hujan karya Tere Liye dan seri Narnia.
Kebiasaan Kecil yang Jadi Fondasi Besar
Minat baca Quinn tidak datang begitu saja. Sejak usia delapan tahun, orang tuanya rutin mengenalkan buku—bahkan lewat cara sederhana seperti unboxing buku hasil belanja di bazar.
Tak hanya itu, Quinn juga punya kebiasaan unik: membacakan cerita untuk boneka sebelum tidur. Aktivitas sederhana ini justru memperkuat kedekatannya dengan buku sejak kecil.
“Bertumbuh lewat buku itu menyenangkan banget, apalagi aku didukung orang tua dari kecil,” ungkapnya.
Kisah Quinn menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya soal pintar, tapi juga bisa menjadi pintu menuju kreativitas dan karya nyata.
Prince Poetiray dan Quinn Salman tengah berbahagia sebab lagu yang mereka bawakan, Selalu Ada di Nadimu, masuk dalam nominasi utama di ajang penghargaan AMI Awards 2025.
Musikal Keluarga Cemara 2025 akan pentas pada 20 Juni–13 Juli di Ciputra Artpreneur.
QUINN Salman, sosok pemeran Ara di Musikal Keluarga Cemara dan pengisi suara Meri di film Jumbo, mampu berbagi waktu antara karier dan sekolah.
Meski baru pertama kali mendalami seni peran, Quinn tampak percaya diri dengan penampilannya sebagai satu-satunya aktris cilik dalam film Petualangan Sherina 2.
Mengapa ulama terdahulu mengulang satu kitab hingga 1.000 kali? Simak rahasia tradisi itqan dan kaitan pengulangan dengan sains modern (neuroscience).
Buku, disebut Dedi, merupakan medium yang efektif untuk memperkenalkan kecintaan terhadap alam Indonesia kepada anak-anak, sekaligus menumbuhkan empati terhadap lingkungan.
Saat ini tantangan yang dihadapi dalam upaya peningkatan literasi masyarakat tidaklah mudah.
Membaca buku terbukti memiliki dampak positif luar biasa bagi otak dan tubuh, meningkatkan daya ingat dan memperlambat penurunan fungsi memori.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved