Wamensos: Perpustakaan Sekolah Rakyat Harus jadi Pusat Literasi Siswa

Ficky Ramadhan
18/4/2026 20:38
Wamensos: Perpustakaan Sekolah Rakyat Harus jadi Pusat Literasi Siswa
WAKIL Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono.(Dok. Antara)

WAKIL Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan peran strategis pengelola perpustakaan di Sekolah Rakyat dalam membentuk budaya literasi siswa. Menurutnya, tugas mereka tidak sekadar mengelola koleksi buku, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir anak agar gemar membaca.

"Tidak hanya melayani info pustaka, tapi bagaimana saudara-saudara kemudian bisa memobilisasi dan mengubah mindset anak-anak yang tadinya tidak gemar membaca, menjadi gemar membaca dan perpustakaan menjadi aktivitas utama bagi para siswa yang ada di Sekolah Rakyat," kata Agus Jabo dalam keterangannya, Sabtu (18/4).

Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto bertujuan mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan terampil, sekaligus mampu memutus rantai kemiskinan. Dalam konteks tersebut, peningkatan literasi melalui kebiasaan membaca menjadi kunci utama.

"Ini yang harus kita kerjakan supaya mobilitas anak-anak untuk ke perpustakaan tinggi karena ada kesadaran yang ditransfer dari para pengelola (perpustakaan), para guru, para kepala sekolah bahwa literasi menjadi hal yang sangat mendasar, hal yang sangat penting untuk mengubah, untuk memutus transmisi kemiskinan adalah membaca," jelasnya.

Agus Jabo menegaskan bahwa membaca memiliki peran penting sebagai sumber pencerahan bagi masa depan anak-anak. Ia menyebut aktivitas membaca sebagai "lentera" yang mampu mengubah kegelapan menjadi terang.

Selain peningkatan minat baca, ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter kebangsaan melalui koleksi buku yang tersedia di perpustakaan. Literatur tentang sejarah perjuangan pahlawan nasional dinilai perlu diperbanyak untuk menanamkan nilai nasionalisme.

Dengan langkah tersebut, ia berharap lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap tanah air.

"Kita berharap dari Sekolah Rakyat ini 10 tahun, 20 tahun ke depan mereka sudah menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang hebat, yang tidak hanya mengubah keluarganya dari kemiskinan menjadi makmur, tetapi juga menjadi pelopor pemimpin bangsa Indonesia untuk menjadikan bangsa yang bangkit, menjadi bangsa yang besar, bangsa yang adil dan makmur," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai perpustakaan harus menjadi pusat aktivitas siswa di Sekolah Rakyat. Untuk itu, diperlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, mulai dari koleksi buku berkualitas hingga lingkungan yang nyaman.

"Jadi butuh sarpras yang ideal ya, buku yang bagus, berkualitas sesuai dengan apa yang menjadi target dari sekolah rakyat itu dan tentunya supaya anak-anak kerasan, enjoy didalam membaca buku-buku di perpustakaan tersebut," ujarnya.

Agus Jabo pun meminta para pengelola perpustakaan untuk bekerja secara profesional dengan mencintai tugas yang dijalankan.

"Profesional definisinya kalau yang saya pahami, yang dipikirkan ya itu apa yang menjadi tugasnya dengan senang hati, dengan ikhlas. Jadi sebagai petugas pengelola perpustakaan, ya cintai itu dan itu yang harus menjadi pikiran utama, kegiatan utama. Itu yang dinamakan profesional," tuturnya.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya