Pemprov dan Kemensos Dorong Penguatan Sekolah Rakyat di Sulteng

M Taufan SP Bustan
20/4/2026 19:40
Pemprov dan Kemensos Dorong Penguatan Sekolah Rakyat di Sulteng
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)(MI/M Taufan SP Bustan)

MENTERI Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi atas keterlibatan aktif mereka dalam mendukung program Sekolah Rakyat.

Pernyataan itu disampaikan usai dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden bersama pemerintah daerah dan pilar sosial di Ruang Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (20/4). 

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, serta jajaran pejabat terkait.

“Saya berterima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Sigi yang terus mengawal Sekolah Rakyat rintisan,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul tiba di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah sekitar pukul 10.52 WITA. Kehadirannya disambut berbagai penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu.

Para siswa menampilkan yel-yel, tari tradisional, pidato dalam Bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, hingga pembacaan puisi. Guru Sekolah Rakyat juga menunjukkan peran mereka sebagai pendidik, lalu dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama siswa.

Menurut Gus Ipul, dua semester pelaksanaan Sekolah Rakyat menunjukkan perubahan nyata pada peserta didik. Ia melihat peningkatan rasa percaya diri dan sikap optimistis.

“Kita melihat perkembangan mereka sangat baik. Mereka optimistis dan percaya diri. Yang penting, mereka tetap bangga kepada orang tua dan keluarganya,” ujarnya.

Ia menambahkan, para siswa memiliki komitmen kuat untuk memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Mereka berharap dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Saat ini, pemerintah tengah membangun beberapa lokasi Sekolah Rakyat permanen di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Buol, dan Kabupaten Tojo Una-Una.

“Kita menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen. Untuk tingkat provinsi, bisa dua hingga empat unit sesuai kebutuhan,” kata Gus Ipul.

Ia berharap perluasan program ini membuka lebih banyak akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa empat titik pembangunan Sekolah Rakyat sudah masuk usulan awal. Sejumlah daerah lain juga sedang menyiapkan lahan untuk pengajuan berikutnya.

“Beberapa kabupaten sedang mempersiapkan lahan. Jika sudah lengkap, kami segera ajukan ke Menteri. Ke depan, kami targetkan hingga seribu siswa bisa terintegrasi dalam Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Selain program Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui pemutakhiran data di tingkat daerah.

Gus Ipul menekankan pentingnya akurasi data dari daerah. Data tersebut kemudian masuk ke DTSEN, diverifikasi dan divalidasi oleh BPS, lalu digunakan untuk pemeringkatan kesejahteraan dari desil 1 hingga desil 10. (TB)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya