Target Sekolah Rakyat 2027: Pemerintah Bidik Lebih dari 100 Ribu Siswa

Putri Anisa Yuliani
18/4/2026 20:49
Target Sekolah Rakyat 2027: Pemerintah Bidik Lebih dari 100 Ribu Siswa
Sejumlah siswa mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) berbasis daring di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, Senin (8/12/2025).(Antara)

KEMENTERIAN Sosial terus memperluas cakupan program Sekolah Rakyat dengan sasaran peningkatan jumlah penerima manfaat secara signifikan hingga melampaui 100 ribu siswa pada tahun 2027.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa pada tahun ini jumlah peserta ditargetkan menembus lebih dari 30 ribu siswa. Jika target tersebut tercapai, ditambah sekitar 15 ribu siswa dari tahun ajaran sebelumnya, maka total penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 46 ribu siswa pada akhir 2026.

"Pemerintah akan terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat. Tahun ini target kita menembus 30 ribu siswa, dan tahun depan kita tingkatkan menjadi lebih dari 100 ribu siswa," kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/4).

Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang termasuk dalam desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut Saifullah, program yang menjadi prioritas arahan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar anak-anak yang telah putus sekolah atau berisiko tinggi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

"Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan untuk dirinya, keluarganya, dan untuk Indonesia. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan jalan perubahan melalui pendidikan terpadu," tuturnya saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 di lingkungan BBPPKS Makassar itu.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah peserta, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan gedung permanen di lebih dari 100 lokasi sepanjang tahun ini. Dalam jangka panjang, setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat permanen dengan kapasitas hingga 1.000 siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Selain itu, Kementerian Sosial memastikan proses seleksi penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 sudah mulai berjalan, seiring dengan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

"Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, ya SD, SMP, SMA," cetusnya.

Saifullah menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan formal berbasis learning management system (LMS), tetapi juga menekankan pembinaan karakter melalui sistem berasrama.

"Hasilnya sudah mulai terlihat, mulai lebih percaya diri, mereka sudah memiliki minat dan tekad di bidang tertentu dan lebih penting lagi adalah anak-anak sudah memiliki kesadaran memanfaatkan kesempatan yang ada agar mereka benar-benar menjadi siswa yang memiliki ilmu, berkarakter dan pintar," kata dia menandaskan. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya