Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEAMANAN anak di ruang digital menjadi perhatian serius di tengah masifnya penggunaan media sosial. Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kematangan psikologis merupakan alasan mendasar mengapa anak harus mencapai usia tertentu sebelum diizinkan mengakses media sosial.
Menurut Ratriana, dunia digital adalah ruang dengan akses yang sangat bebas. Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka, yang pada gilirannya dapat memicu kebingungan hingga kecemasan.
"Anak belum memiliki kematangan yang cukup dalam beberapa hal seperti kemampuan menyaring informasi, meregulasi emosi, menghadapi tekanan sosial di media sosial," ujar Ratriana, dikutip Senin (23/2).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa anak yang mengalami kebingungan dan tidak dapat mengomunikasikan rasa ingin tahunya kepada orangtua, cenderung akan mencari informasi sendiri tanpa filter yang tepat.
Hal ini diperburuk oleh sifat anak yang masih kuat dipengaruhi oleh dorongan sesaat dan rasa ingin tahu yang besar. Akibatnya, mereka rentan melakukan interaksi atau unggahan berisiko tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Kestabilan emosi juga menjadi poin krusial.
"Anak dan remaja umumnya belum memiliki kemampuan regulasi emosi yang stabil sehingga mungkin lebih mudah terdampak oleh komentar, penilaian, penolakan, maupun perbandingan di media sosial," jelasnya.
Dari sisi keamanan digital, anak sering kali belum mampu membedakan situasi yang aman dan yang manipulatif. Ratriana menyoroti kecenderungan anak untuk cepat menilai orang lain hanya berdasarkan kesan ramah atau penampilan, sehingga rawan mempercayai pihak yang tidak dikenal.
Kondisi ini membuat anak tidak menyadari bahaya membagikan informasi sensitif—seperti nama lengkap, alamat, sekolah, nomor telepon, hingga aktivitas sehari-hari—yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Menghadapi tantangan ini, Ratriana menekankan bahwa peran orangtua sangat vital. Orangtua diminta untuk tidak sekadar melarang tanpa alasan, melainkan membangun kesadaran anak melalui komunikasi dan kesepakatan.
"Jadi orangtua perlu membangun kesadaran anak melalui komunikasi dan kesepakatan. Jadi, jangan hanya dilarang tanpa penjelasan. Anak perlu diajak memahami mengapa ada batas usia, dengan menjelaskan secara sederhana bahwa media sosial membawa berbagai risiko," paparnya.
Sebagai penutup, ia menyarankan agar orangtua membuat aturan keluarga yang jelas dan konsisten, serta memberikan contoh penggunaan gawai yang bijak.
Dengan melibatkan anak dalam diskusi, batasan yang diberikan akan dipahami sebagai bentuk kasih sayang dan perlindungan, bukan sekadar larangan sepihak. (Ant/Z-1)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Permintaan WiFi terbaik di Indonesia meningkat. Pengguna kini lebih mengutamakan stabilitas dan latensi rendah daripada sekadar angka Mbps yang tinggi.
Melalui pendekatan digital at heart with human touch, pihaknya menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap langkah transformasi yang dijalankan perusahaan.
TRANSFORMASI digital UMKM kian bergerak ke arah model “website-first”.
Dari kegagalan itulah, Alvin justru menemukan arah lain yang kemudian mengubah hidupnya, yakni dunia digital, blog, dan optimasi mesin pencari.
Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI) mendesak Wikipedia mematuhi aturan PSE Lingkup Privat guna menjamin kedaulatan digital dan keamanan data.
VIDA dan Gita Wirjawan soroti bahaya deepfake dan jaringan scam internasional yang makin canggih. Simak data penyitaan aset dan langkah preventifnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved