Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUATAN kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional terus diakselerasi melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Menteri Lingkungan Hidup (MenLH), Hanif Faisol Nurofiq di kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH), Rabu (18/2).
Pertemuan ini menegaskan pentingnya melibatkan sumber daya perguruan tinggi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional, baik melalui dukungan keilmuan, teknologi, maupun pendampingan masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Presiden juga menekankan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu krusial di berbagai daerah, sehingga diperlukan langkah luar biasa, terpadu, dan melibatkan seluruh elemen bangsa.
Brian menegaskan bahwa perguruan tinggi siap mengambil peran aktif, terutama dalam membangun tata kelola pengelolaan sampah di tingkat mikro. Menurutnya, kekuatan kampus tidak hanya pada inovasi teknologi, tetapi juga pada kapasitas edukasi sosial.
“Kami siap membantu, sumber daya mahasiswa dan dosen yang kita miliki sangat besar, karena itu, kami siap mendukung,” ujar Brian.
Lebih lanjut, Brian menyampaikan keterlibatan mahasiswa akan diperkuat melalui berbagai skema akademik agar berdampak berkelanjutan.
“Rencananya pendampingan ini tidak bersifat satu kali, tetapi bisa satu semester dan bisa dikonversi menjadi SKS. Jadi mahasiswa benar-benar mendampingi, memonitor, dan memastikan sistemnya berjalan,” tambah Brian.
Sebagai langkah awal, kolaborasi akan difokuskan pada pengembangan proyek percontohan di sejumlah kota dengan pelibatan aktif perguruan tinggi setempat. Mahasiswa akan diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan edukasi pemilahan, pengolahan sampah organik, hingga penguatan sistem monitoring berbasis komunitas.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga mendorong penguatan inisiatif Campus Zero Waste. Program ini diarahkan agar perguruan tinggi tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan internal, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan praktik baik bagi pemerintah daerah. Saat ini, lebih dari seratus kampus telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri, dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui verifikasi serta penguatan standar teknologi ramah lingkungan.
Sementara dari sisi dukungan keilmuan mencakup pengolahan sampah organik, komposting, biodigester, rekayasa material daur ulang, hingga teknologi konversi sampah menjadi energi, termasuk kajian peningkatan efektivitas fasilitas yang telah tersedia di daerah.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi kesiapan Kemdiktisaintek dalam memperkuat dimensi edukasi, riset, dan inovasi. Dukungan perguruan tinggi dinilai strategis untuk mempercepat peningkatan kinerja pengelolaan sampah nasional, khususnya dalam membangun kesadaran publik, memperkuat kapasitas pemerintah daerah, serta mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah.
Sinergi kedua kementerian juga mencakup pengembangan jaringan kerja bersama, pertukaran data dan kajian, serta penyusunan model komunikasi, informasi, dan edukasi berbasis komunitas akademik. Dengan dukungan riset dan teknologi dari perguruan tinggi, berbagai pendekatan penanganan sampah, baik di desa maupun perkotaan, ini diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan ‘Diktisaintek Berdampak’, yang menegaskan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan strategis bangsa. Pelibatan aktif kampus dalam pengelolaan sampah nasional diharapkan melahirkan inovasi, memperkuat tata kelola, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat demi lingkungan yang lebih berkelanjutan. (Des/P-3)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Luas karhutla 2026 mencapai 52 ribu hektare. Menteri LH soroti kesiapsiagaan daerah dan ancaman biaya pemadaman di tengah kenaikan harga BBM.
Dalam konteks nasional, pemerintah menargetkan tingkat penanganan sampah mencapai 63,41 persen pada 2026.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq meresmikan Sekretariat ACC THPC di Jakarta sebagai pusat komando regional ASEAN untuk atasi polusi asap lintas batas.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq instruksikan penutupan praktik open dumping di TPA seluruh Indonesia. Simak target penurunan dan solusi PSEL di Kalsel.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi Indonesia pada 2026 seiring munculnya fenomena iklim ekstrem yang disebut Godzilla El Nino.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Presiden menilai pendekatan teknologi sederhana yang digunakan mampu menghasilkan sistem yang efektif dan aplikatif.
Berbagai jenis material seperti banner, tekstil, plastik, hingga limbah organik ditampilkan dalam proses transformasinya menjadi produk fungsional.
Kini pengelolaan Bantargebang menghadapi sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
PERJUANGKAN solusi pengelolaan sampah Bali, Gubernur Wayan Koster meneken kerja sama pembangunan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama pemerintah pusat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved